Panen, Petani Bingung Jual Bawang Merah
Sejumlah petani bawang merah di Desa Nglampin Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, kini tengah panen.
Sejumlah petani bawang merah di Desa Nglampin Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, kini tengah panen.
Prediksi musim penghujan bulan Januari hingga Maret tahun 2020, beberapa komoditi seperti bawang putih, cabai hingga telur broiler di pasar tradisional terpantau terus merangkak naik.
Petani bawang merah di Kabupaten Bojonegoro harus mengeluarkan kocek lebih untuk membeli bibit bawang merah, karena Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro tahun 2019 ini tidak mendapatkan bantuan bibit dari Pemerintah pusat.
Luas area tanam komoditas bawang merah di Kabupaten Bojonegoro sejak Januari hingga April 2019 tercatat ada 1.215 hektare. Total luas tersebut tersebar di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Sejak memasuki ibadah puasa bulan suci Ramadan, harga bawang putih di Kabupaten Bojonegoro terus bergerak naik, hingga kini harga komoditas tersebut tembus Rp50.000 per kilogram di beberapa pasar tradisional Kabupaten Bojonegoro.
Mendekati bulan suci Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik. Salah satunya adalah harga bawang putih yang sudah mulai naik di sejumlah pasar tradisional yang ada di Bojonegoro.
Bawang Merah merupakan salah satu komoditas penting di negara kita. Bawang merah biasanya dibudidayakan di musim kemarau antara bulan April hingga September.
Anjloknya harga bawang merah saat masa panen, pasti membuat para petani merasa cemas. Pasalnya saat stok bawang merah melimpah membuat harganya turun secara drastis, bahkan saat panen besar harganya hanya Rp5.000 per kilogram.
Harga bawang merah di beberapa pasar yang ada di Bojonegoro tak kunjung turun. Hal tersebut membuat para penjual keluahkan sepi pembeli.
Usaha bawang putih milik Dwi Mita Fitriana (30) yang berada di Dusun Ngrakas, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, setiap harinya dapat meraup untung Rp50 Juta.