Ha..! Selama 2017, 228 Bencana Terjadi di Bojonegoro
Ratusan bencana terjadi di Bojonegoro selama tahun 2017 lalu, mulai bencana alam yang terjadi saat musim penghujan hingga kekeringan.
Ratusan bencana terjadi di Bojonegoro selama tahun 2017 lalu, mulai bencana alam yang terjadi saat musim penghujan hingga kekeringan.
Prakiraan hujan yang masih akan mengguyur Kabupaten Bojonegoro dengan intensitas cukup tinggi, bisa menyebabkan berbagai bencana seperti banjir, banjir bandang, maupun tanah longsor. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro terus melakukan berbagai persiapan apabila terjadi bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, memperkirakan curah hujan tinggi masih membayangi wilayah Kota Ledre pada pertengahan bulan Januari hingga Februari 2018 kedepan.
Menanggapi wilayahnya yang kerap kali diterjang banjir bandang, pihak Kecamatan Dander melakukan sosialisasi tanggap bencana. Hal itu dilakukan agar warga di sekitar desa terdampak paham apa yang harus mereka lakukan saat terjadi bencana.
Setelah menggalang bantuan untuk bencana Pacitan, Pimpinan Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PC LPBI NU) menyalurkan bantuan tersebut ke lokasi bencana. Setidaknya ada ratusan paket dari sumbangan yang terkumpul.
Curah hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Sekar pada Jumat (8//12/2017) Kemarin, mengakibatkan 2 desa terkena dampak banjir bandang sehingga luapan air sungai setempat meluber dan menggenangi rumah warga.
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Pacitan, mendapat perhatian penuh dari Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) AT-TANWIR Bojonegoro. Perhatian tersebut, berupa pemberian logistik seperti makanan dan pakaian, yang langsung diantarkan ke posko bencana di Jalan Kepodang Nomor 47 Ploso Pacitan, Minggu (3/12/2017).
Kenaikan TMA Bengawan Solo disebabkan tingginya curah hujan beberapa hari terakhir baik di hulu maupun lokal Bojonegoro. Sehingga, Kamis (30/11/2017). pada pukul 12.00 WIB papan duga Karangnongko menunjukkan skala 27.12 pheilschaal. Sedangkan di TBS Kota Bojonegoro menunjukkan skala 13.09 Pheilschaal artinya siaga sijau atau Siaga 1.
Hujan yang terjadi di wilayah hulu, menjadikan Tinggi Muka Air (TMA) sungai Bengawan Solo di Bojonegoro hampir memasuki siaga hijau. Yaitu ketinggian muka air mencapai 12.89 pheilschaal.
Beredar informasi dari instragram solohits.official jika kondisi terkini, Selasa, (28/11/2017)siang, bendungan/DAM cinta Kecamatan Sidoharjo, Wonogiri. Debit airnya semakin meningkat warga yang berada di dekat Bengawan Solo harap waspada.