Waspada, TMA Bengewan Solo Terpantau Naik
Debit air Bengawan Solo, pagi ini Sabtu (18/11/2017), mengalami kenaikan dan masih ditetapkan dengan status Siaga Hijau (SH).
Debit air Bengawan Solo, pagi ini Sabtu (18/11/2017), mengalami kenaikan dan masih ditetapkan dengan status Siaga Hijau (SH).
Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro dan beberapa daerah di kawasan , membuat debit air di Sungai Bengawan Solo naik.
Beberapa hari terakhir hujan deras yang turun di sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro berintensitas cukup tinggi dan berdurasi lama, sehingga Tinggi Permukaan Air (TMA) Bengawan Solo merangkak naik. Namun hal itu masih dalam kondisi aman.
Banyak perahu penyeberangan di Sungai Bengawan Solo belum dilengkapi alat keamanan bagi penumpang. Hal tersebut bisa membahayakan para menumpang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, menghimbau masyarakat khususnya yang tinggal di tepi Sungai Bengawan Solo agar berhati-hati.
Lebaran memang membawa berkah bagi jasa penyeberang sungai alias tambangan di Sungai Bengawan Solo, Bojonegoro. Pasalnya selama lebaran penghasilan penambang naik dua sampai tiga lipat, sementara saat ini pendapatan kembali normal hanya ada belasan orang yang mengunakan jasa penyebrang sungai.
Sungai Bengawan Solo memang banyak memberi berkah bagi warga sekitar. Selain pladu atau sebutan bagi ikan yang mabuk, bengawan solo membawa cerita tersendiri bagi warga di bantaran sungai. Yakni sampahnya bisa dimanfaatkan.
Tanggul sungai Bengawan Solo yang berada di Dusun Kanor Pinggiran, Desa/Kecamatan Kanor, Bojonegoro yang longsor, kini kondisinya semakin kritis, sehingga membuat masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran bengawan was-was.
Seperti diketahui sebelumnya, ada tujuh titik di tanggul Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Kanor, Bojonegoro yang kondisinya rawan longsor. Tujuh titik itu berada di bantaran Sungai Bengawan Solo maupun anak sungai.
Kondisi tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo sampai pukul 23.00 WIB, Jumat (3/3/2017) malam masih berada di Siaga Kuning atau Siaga II. Sebab, ketinggian air di papan duga Taman Bengawan Solo masih di atas, 14.00 peilschaal atau tepatnya 14.06 peilschaal.