Tren Air Naik, Bojonegoro Masuk Siaga Dua Banjir
Ribuan rumah di bantaran Sungai Bengawan Solo terancam terdendam banjir. Ketinggian air yang semakin meninggi membuat warga mulai menyelamatkan barang berharganya.
Ribuan rumah di bantaran Sungai Bengawan Solo terancam terdendam banjir. Ketinggian air yang semakin meninggi membuat warga mulai menyelamatkan barang berharganya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, mewaspadai ancaman banjir Bengawan Solo yang akan melanda hilir, Jawa Timur. Kewaspadaan ini seiring banjir hulu Ngawi dan Solo, Jawa Tengah.
Hujan lebat di wilayah hulu Bengawan Solo membuat kenaikan signifikan Tinggi Muka Air (TMA) di beberapa kabupaten. Bahkan, di papan duga Jurug sudah ditetapkan Siaga Merah saat ini dan di Dungus, Kabupaten Ngawi, sudah Siaga Kuning. Diprediksi, air akan sampai di Kabupaten Bojonegoro siang atau sore nanti, Kamis (2/3/2017).
Sempat turun jauh di bawah siaga, elevasi air Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro mulai kembali naik. Bahkan, di wilayah barat, tepatnya papan duga Karangnongko di Kecamatan Ngraho ketinggian bertambah cepat. Dari pukul yang 06.00 WIB yang masih 25.45 peilschaal menjadi 26.10 peilschaal pada pukul 09.00 WIB, Kamis (2/3/2017).
- Sempat turun sampai di bawah 9.00 peilschaal, tren muka air Bengawan Solo kembali naik cukup signifikan. Sejak kemarin sore sampai dinihari tadi, air terus meninggi dan sudah di atas 12.00 peilschaal.
Hujan cukup lebat yang mengguyur wilayah Kota Bojonegoro dan sekitarnya membuat ketinggian air di Bengawan Solo naik. Walaupun tidak signifikan, tetapi cukup memengaruhi. Hal itu terlihat dari papan duga di Taman Bengawan Solo (TBS) Kota Bojonegoro yang mengukur di titik 12.83 peilschaal pada pukul 06.00 WIB, Kamis(23/2/2017).
Walaupun lambat, tetapi tinggi muka air Bengawan Solo terus menunjukkan kenaikan. Sampai Rabu (22/2/2017) siang, tepatnya pukul 12.00 WIB, di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) Kota Bojonegoro mencapai 12.07 peilschaal.
Sejak kemarin, kondisi air Bengawan Solo terus menunjukkan penurunan signifikan, sampai melepas status Siaga Hijau atau Siaga I. Sebab, tinggi muka air terpantau telah di bawah 13.00 phielscall.
Sampai pukul 21.00 WIB, ketinggian muka air Bengawan Solo masih stagnan atau tetap, yakni di angka 25.58 phielschall untuk papan duga Karangnongko di Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro. Selain itu, kondisi serupa juga berlangsung di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) di Kota Bojonegoro, tepatnya di titik 13.06 phielschall.
Mengantisipasi adanya banjir yang diprediksi akan terjadi pada Jumat (17/2), warga di sepanjang Sungai Bengawan Solo diminta kesiapsiagaannya. Terutara warga di Trucuk, Kalitidu, Kota Bojonegoro, Kapas, Balen, Kanor dan Kecamatan Baureno.