Mayat Wanita di Bengawan Solo Diduga Warga Cepu
Mayat perempuan bertato yang ditemukan di Bengawan Solo wilayah Desa Ngablak, Kecamatan Dander siang tadi diduga kuat warga Cepu, Jawa Tengah.
Mayat perempuan bertato yang ditemukan di Bengawan Solo wilayah Desa Ngablak, Kecamatan Dander siang tadi diduga kuat warga Cepu, Jawa Tengah.
Tim Search and Rescue (SAR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro pagi tadi kembali melanjutkan pencarian jasad pria asal Desa Tulungagung, Kecamatan Malo yang tenggelam di Bengawan Solo. Di saat pencarian pencarian dilakukan, petugas menemukan mayat lain berjenis kelamin perempuan.
Belakangan ini, tinggi muka air di Bengawan Solo menunjukkan tren fluktuatif. Walaupun sekarang di bawah siaga, namun hujan lebat disertai angin kencang bisa membuat air kembali naik. Hal itu membuat petani yang ada di bantaran ketar-ketir.
Sejak kemarin, Kali Kening yang membentang dari Kecamatan Kenduruhan hingga Parengan, Kabupaten Tuban meluap. Tidak sedikit rumah di Kecamatan Parengan yang terendam air bah berwarna cokelat. Aliran sungai tersebut melintasi hingga kecamatan trucuk dan bermuara di Bengawan Solo.
Status Bengawan Solo dinyatakan siaga satu. Debit air sungai yang membelah wilayah Bojonegoro itu terus mengalami kenaikan. Hingga pukul 06.00 WIB debit air berada di kisaran 13.50 pheilschaal di atas permukaan air laut.
Tingginya curah hujan beberapa hari ini membuat tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, kembali meningkat.
Selain waspada petir dan angin kencang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat juga memprediksi bakal terjadi banjir di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur.
Meninggalnya Supar (51) asal Desa Jati Duwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, diyakini warga datang ke wilayah Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, sebagai penambang pasir.
Ditemukannya penambang pasir manual asal Kabupaten Jombang di Desa Glagahsari, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban yang meninggal dunia di Bengawan Solo, sejauh ini masih meninggalkan trauma bagi penambang lain. Walaupun alasan utama tetap kondisi air bengawan yang fluktuatif.
Berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan terjadinya bencana alam seperti banjir bandang maupun yang lainnya, dengan cara melakukan normalisasi kali. Sehingga sepanjang tahun 2016 setidaknya ada 53 titik kali dinormalisasi.