Kembali Naik, Harga Beras Tembus Rp10.500
Harga beras di sejumlah Pasar Tradisional Bojonegoro kembali naik. Harga beras premium dijual dengan harga Rp7.000, naik menjadi Rp8.700 sampai Rp9.000 per kilogram.
Harga beras di sejumlah Pasar Tradisional Bojonegoro kembali naik. Harga beras premium dijual dengan harga Rp7.000, naik menjadi Rp8.700 sampai Rp9.000 per kilogram.
Harga beras di sejumlah Pasar Tradisional Bojonegoro kembali mengalami kenaikan. Rata-rata naik Rp500 sampai Rp700, baik beras kualitas premium maupun super. Namun beras sejahtera (rastra) masih relatif stabil.
Penjual beras di masyarakat semakin dipeketat oleh pemerintah, agar meminimalisir kecurangan harga. Sehingga untuk memperketat penjualan beras tersebut, setiap kemasan harus mencantumkan HET (Harga Eceran Tertinggi) dan jenis beras yang dijual.
Bulog Sub Divre III menggelar rapat koordinasi (Rakor) dengan beberapa beberapa stakeholder. Rapat tersebut dilakukan dengan Tim Satgas Pangan, Tim Sergab, Perpadi dan lain lain, Rabu (30/8/2017) di Aula Parawa Satwika Polres Bojonegoro.
Harga beras di sejumlah Pasar Tradisional Bojonegoro kembali naik, mulai dari Rp200 sampai Rp500 per kilogramnya. Seperti di Pasar Tradisional Kota, harga beras untuk kualitas medium dari sebelumnya dijual dengan harga Rp8.200 naik menjadi Rp8.500 perkilogram.
Beras dengan merek Maknyuss masih beredar di Bojonegoro. Beras yang dikemas dalam ukuran 5 kilogram tersebut dijual dengan harga Rp64.000/kilogram.
Panen raya di beberapa daerah membuat harga beras di sejumlah Pasar Tradisional Bojonegoro mengalami penurunan. Harga beras turun sejak pekan lalu dan penurunan terjadi pada semua jenis atau kualitas beras.
Warga Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban mendapati beras bulog berkutu, beberapa hari lalu. Beras yang didapat dari pemerintah desa setempat itu diterima oleh Kasmuning (62) warga setempat.
Bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan) Desa Kedungprimpen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf M. Herry Subagyo, melakukan koordinasi dalam rangka percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi, di desa setempat.
Saat ini para petani jagung di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro mulai panen. Khususnya di wilayah selatan seperti Temayang dan Bubulan, saat ini juga mulai panen jagung musim kedua. Namun, harga jagung masih terpantau stabil.