#blokBojonegoroTV
Santri Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Dipulangkan
Santri Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Dipulangkan
Santri Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Dipulangkan
Penyerapan beras Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro, diawal tahun 2020 baru terbilang cukup minim dan hanya menyerap beras 500 kilogram. Minimnya penyerapan beras tersebut disebabkan masih minimnya petani yang panen pada awal tahun ini.
Adanya 20.000 ton beras cadangan Bulog pusat yang turun mutu, ditanggapi oleh Waka Bulog Bojonegoro, Aan Sugiarto.
Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro, terus melakukan serapan beras ke petani. Dengan melakukan serapan beras itu, kebutuhan stok yang ditargetkan tahun 2019 ini kini tinggal 10 persen sudah bakal terpenuhi.
Upaya Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Sosial (Kemensos) RI bakal membuka peluang kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam pemenuhan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) mendatang , mendapatkan respon positif, pasalnya dengan kembali dibukanya peluang penyediaan yang dipasrahkan ke Bulog pastinya pihak Bulog siap.
Cadangan beras digudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro, kini telah tersedia 31.500 ribu ton. Dengan stok cadangan itu bisa digunakan untuk pelaksanaan Operasi Pasar (OP) dan pemenuhan kebutuhan beras untuk daerah lain (Movreg).
Serapan beras Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro dari Januari hingga April ini sebanyak 3 ribu ton, sehingga total stok beras di gudang Bulog kini secara keseluruhan ada 14.500 ton. Jumlah tersebut Bulog Bojonegoro menjamin stok beras hingga Ramadan aman.
Cadangan beras di gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro, masih tersedia 12 ribu ton. Walaupun begitu, cadangan beras tersebut hanya digunakan saat Operasi Pasar (OP) dan untuk menyalurkan bantuan tanggap bencana.
Tahun 2019 ini, Bulog Sub Divre III Bojonegoro tengah mempersiapkan pergerakan beras antar gudang atau Movenas ke ProviÂnsi Nusa Tenggara TiÂmur (NTT) sebanyak 6 ribu ton setara berÂas. Pengiriman beras ke NTT salah satunya untuk pemerataan swasembada pangan.
Penjualan beras renceng atau beras premium dalam kemasan ekonomis di Bojonegoro, diklaim Badan Urusan Logistik (Bulog) Bojonegoro, banyak diminati oleh masyarakat. Terlebih lagi, kalangan mahasiswa.