Pemudik di Terminal Tiap Hari Stabil
Selama mudik-balik lebaran 2017 pemudik di terminal Tajekwesi Bojonegoro setiap hari memadati terminal. Hal itu berbeda dengan penumpang mudik-balik lebaran 2016, yang melonjak H-3 lebaran.
Selama mudik-balik lebaran 2017 pemudik di terminal Tajekwesi Bojonegoro setiap hari memadati terminal. Hal itu berbeda dengan penumpang mudik-balik lebaran 2016, yang melonjak H-3 lebaran.
Pengunjung kebun belimbing di Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu banyak kecewa lantaran tidak bisa mendapatkan kuwalitas buah seperti biasanya, seperti ukuran besar dan berwarna kuning oranye.
Salah satu destinasai wisata religi yang ada di Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yaitu makam Wali Kidangan, tepatnya di Desa Sukorejo, di atas bukit Dusun Kidangan, sekitar 1,5 kilo meter dari arah jembatan malo ke utara, konon jarang sekali ada yang bisa mengabadikan makam tersebut dengan kamera.
Peningkatan okupasi hotel saat ini maish didominasi Food and Beverage (FB). Saat ini sejumlah hotel masih terus bersaing untuk memberikan pelayanan terbaik. Apalagi di momen ramadan kemarin, pengunjung FB meningkat 100%.
Kasus HIV - AIDS (Human Immunodefiency Virus - Acquired Immunune Deficiancy Syndrome) perlu diwaspadai di Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya virus tersebut di Kota Ledre setiap tahunnya mengalami peningkatan.
Penumpang di stasiun Kabupaten Bojonegoro terpantau stabil atau seperti hari-hari biasa. Di momen lebaran, penumpang asal Kota Ledre kebanyakan mengambil jurusan jarak jauh yaitu Jakarta dan Malang.
Di hari lebaran tahun 2017 ini, beberapa swalayan di Bojonegoro ada yang tetap buka. Sebagian, ada yang memilih meliburkan karyawannya.
Saat momentum lebaran, sejumlah bank di Kabupaten Bojonegoro memprediksi kredit macet atau Non Performance Loan (NPL) akan meningkat. TIngginya NPL di lebaran karena debitor yang jatuh tempo terjadi pada tanggal 24,25,26,27 akan molor membayar dan terjadi kredit macet.
Meskipun Kabupaten Bojonegoro tidak masuk 10 daerah termiskin di Provinsi Jawa Timur. Tetapi sebanyak 154 orang di Kota Ledre mengalami disabilitas berat, sehingga perlu bantuan agar bisa menjadi berdaya dan sejahtera.
Setelah berkunjung di Kabupaten Bojonegoro beberapa waktu lalu, rombongan DPD ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia) Jawa Timur tertarik dengan Kota Ledre. Sehingga ditargetkan setelah lebaran, akan dibentuk DPC ASPPI Bojonegoro.