Bom Surabaya Libatkan Anak, BP3AKB Sebut; Salah Orang Tua
Tragedi teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya beberapa hari yang lalu masih menyisakan pilu. Sebab pelaku juga melibatkan perempuan dan anak dibawah umur.
Tragedi teror bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya beberapa hari yang lalu masih menyisakan pilu. Sebab pelaku juga melibatkan perempuan dan anak dibawah umur.
Saat Al Qaeda melakukan aksi teror di berbagai belahan dunia, sebagian dari kita mungkin menganggap peristiwa itu nun jauh di sana. Saat Al Qaeda surut dan berganti dengan “Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL)” atau “Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)”, pandangan itu relatif tidak berubah.
Ledakan Bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu dan Senin (13-14/5/2018) di Kota Surabaya kemarin masih menjadi perhatian publik. Tak pelak, tempat umum pun turut waspada, salah satunya adalah Terminal Rajakwesi Tipe A Bojonegoro, Jawa Timur, juga turut wapada.
Aksi teror bom di Surabaya mulai Minggu (13/5/2018) kemarin, menjadi perhatian banyak pihak. Sebagai wujud rasa simpati dan upaya memberikan bantuan moril kepada para korban dan masyarakat di Surabaya dan sekitarnya, sejumlah mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro melakukan aksi solidaritas, Selasa (15/5/2018).
Tragedi serangan bom di Surabaya (13/5/2018), dan rentetan yang terbaru, memantik semangat bersama untuk tidak takut kepada teroris. Bahkan secara khusus tagar (#) kamitidaktakut didengungkan sebagai pengobar semangat agar segenap elemen masyarakat tidak ciut nyali terhadap teroris. Tagar ini juga dalam rangka mengkonsolidasikan segenap elemen tak terkecuali para guru bersatu padu melawan teroris di bumi NKRI ini.
Rentetan kejadian teror Bom yang terjadi di Surabaya, membuat Pj Bupati Bojonegoro, Suprianto menghimbau seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperketat keamanan di beberapa fasilitas umum.
Rentetan aksi teror peledakan bom di beberapa daerah di Surabaya, membuat Polres Bojonegoro memperketat wilayah. Termasuk daerah perbatasan di Kota Ledre.
Pasca ledakan bom di Surabaya, dengan perkembangan isu-isu yang ada, sebagai bentuk antisipasi dan pecegahan Polres Bojonegoro mengadakan operasi atau pendataan rumah kost yang ada wilayah Kota, agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir di Kabupaten Bojonegoro.
Bom bunuh diri yang terjadi Minggu pagi di tiga gereja di Surabaya merupakan aksi terorisme yang tidak bisa ditolerir. Negara tidak boleh kalah terhadap tindak kekerasan yang mengakibatkan korban jiwa masyarakat sipil dan aparat keamanan tersebut.
Upaya kesiapsiagaan penanggulangan teroris di Kabupaten Bojonegoro terus ditingkatkan, setelah insiden di rumah tahanan Brimob Depok beberapa hari lalu dan aksi teror peledakan bom terduga teroris terjadi di Surabaya, Minggu (13/5/2018) pagi.