Water Tower Diklaim Bisa Atasi Kekurangan Air Bersih
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, terus melakukan pemantauan terhadap desa desa yang selama musim kemarau ini menjadi langganan kekeringan dan kesulitan air bersih.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, terus melakukan pemantauan terhadap desa desa yang selama musim kemarau ini menjadi langganan kekeringan dan kesulitan air bersih.
Memasuki akhir Juli 2018 ini, meski musim kemarau baru satu daerah yang mengajukan permintaan bantuan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.
Bencana kekeringan dipastikan terjadi setiap tahunnya di Kabupaten Bojonegoro. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro memprediksi kekeringan tahun ini tidak terlalu parah.
Musim kemarau tahun 2018 ini, dimungkinkan Kabupaten Bojonegoro terjadi kekurangan air bersih. Sehingga Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro sudah mengantisipasi bencana tahunan tersebut dengan menyiapkan air bersih.
Terjadinya bencana di Kabupaten Bojonegoro perlu diantisipasi dan ditanggulangi semua pihak, karena setiap musim kemarau maupun penghujan Kota Ledre dapat dipastikan akan terjadi bencana alam mulai banjir Bengawan Solo maupun banjir bandang, kekeringan, tanah gerak maupun yang lainnya. Padahal, Kabupaten Bojonegoro yang terbagi menjadi 28 kecamatan sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) nomor 7 tahun 2012, tentang penanggulangan bencana. Tetapi kesiapsiagaan terkait kebencanaan belum sepenuhnya tertangani secara maksimal.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, terus melakukan validasi data terkait integrasinya masyarakat miskin Bojonegoro, yang belum tercover ke Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS). Namun pada tahun 2018 ini Dinkes Bojonegoro menargetkan total masyarakat miskin yang terintegrasi dengan BPJS sebanyak 18.157 jiwa.
Meski sudah memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, mengklaim belum ada desa yang melaporkan desanya terkena dampak kekeringan akibat musim kemarau.
Sebagai upaya memberikan jaminan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegioro melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro membuat kebijakan mengintegrasikan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Memasuki bulan suci Ramadan tak disia-siakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro, untuk berbagi berkah dan menjalin kebersamaan dengan warga.
Beberapa hari terakhir, matahari di atas Kota Bojonegoro bersinar sangat terik. Tak pelak membuat sebagian warga mengeluh karena cuaca panas tersebut.