Sekitar 35 pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS0 SMK Attanwir mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), Jumat (2/1/2026). Acara berlangsung di Auditorium Lt 1 SMK Attanwir, Desa Talun, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.
Pagi itu ponsel remaja bergetar: notifikasi dari Instagram — “Akun Anda tidak lagi tersedia karena Anda berusia di bawah 16 tahun.” Bagi sebagian orang itu menimbulkan panik: foto, chat, kenangan — menguap sementara. Bagi pembuat kebijakan, itu adalah konsekuensi dari sebuah keputusan besar: menempatkan batas usia 16 tahun sebagai ambang aman untuk memiliki akun di platform media sosial besar. Di dunia nyata, kebijakan seperti ini tidak lahir begitu saja—ia muncul dari perdebatan panjang tentang perkembangan anak, kesehatan mental, privasi, dan tanggung jawab perusahaan teknologi.
Ada sebuah ucapan bijak yang sering terdengar di ruang-ruang pendidikan: “Mengajar adalah belajar dua kali.” Ucapan ini bukan sekadar slogan manis untuk poster Hari Guru. Ia mengandung hikmah mendalam—bahwa guru yang baik bukanlah mereka yang merasa paling tahu, melainkan yang paling haus untuk terus belajar. Apalagi di era digital seperti sekarang, ketika informasi berlari lebih cepat daripada nasihat “kerjakan PR-mu sebelum tidur”.
Setiap bulan November, bangsa ini selalu diajak menundukkan kepala sejenak: mengenang para pahlawan yang telah gugur demi tegaknya Indonesia merdeka. Dari Soedirman yang bergerilya di tengah hutan dengan paru-paru tinggal separuh, hingga Cut Nyak Dien yang kehilangan segalanya demi tanah Aceh tercinta.
Dalam rangkaian Santri Night Festival dan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Bojonegoro menggelar aksi nyata bertajuk Gerakan Santri Jaga Alam. Kegiatan ini diwujudkan melalui pembagian dan penanaman 1000 bibit pohon di sepanjang Jalan Mangga, Desa Campurejo pada Sabtu (1/11/2025).
Rangkaian Santri Night Festival NU Kota Bojonegoro resmi dimulai, Jumat (31/10/2025) sore. Acara dirangkai dengan peringatan Hari Santri Nasional 2025.
Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang digelar PCNU Bojonegoro bersama Banom begitu semarak. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya ada 18 kegiatan.
Rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2025, PCNU Bojonegoro menggelar rangkaian acara, salah satunya Khotmil Qur'an bin Nadhor dan Istighosah. Kegiatan berlangsung di kantor PCNU Bojonegoro, Jalan Raya A. Yani, Kota Bojonegoro, Selasa (21/10/2025). Acara berlangsung mulai pagi hingga sore hari.
Ratusan kiai dan ustadz dari PCNU Bojonegoro serta perwakilan alumni 30 Pondok Pesantren (Ponpes) se Indonesia yang ada di Bojonegoro, menuntut agar mencabut izin Trans7.
Sekitar seribuan Banser GP Ansor, Pagar Nusa, Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) IPNU/IPPNU Bojonegoro, menggelar apel akbar dengan tema "Apel Siaga, Jaga Kiai Jaga Negeri" di depan Gedung Rektorat UNUGIRI, Jumat (17/10/2025).