Kurang 4 Hari, Undangan Keberangkatan CJH Masih Dicetak
Meski keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tinggal beberapa hari lagi, akan tetapi undangan jadwal keberangkatan khusus hingga kini belu dibagikan
Meski keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tinggal beberapa hari lagi, akan tetapi undangan jadwal keberangkatan khusus hingga kini belu dibagikan
Untuk menyeterilkan jalur yang akan dilalui tamu Allah menuju Surabaya sebelum terbang ke tanah suci Makah, dan juga untuk mengatur lalulintas di sekitar alun-alun juga pendopo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meminta bantuan personil gabungan baik dari Polres, Kodim, Dishub dan Satpol PP.
Guna menjaga keamanan dan kelancaran saat keberangkatan haji pada 29 Juli 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan mensterilkan jalur bus yang akan dilewati rombongan haji agar tidak terjadi kemacetan di satu titik.
Seluruh Kelompok Terbang (Kloter) jamaah haji asal Bojonegoro saat tiba di tanah suci akan mendarat bandara Jeddah King Abdul Aziz, Madinah. Kedatangan CJH asal Bojonegoro merupakan kloter pertama gelombang ke dua yang mendarat di bandara tersebut.
Para Calon Jemaah Haji (CJH) Bojonegoro nantinya akan mengenakan 3 jenis gelang selama berada di Tanah Suci Makkah yang berfungsi sebagai pendeteksi kondisi maupun keberadaan jemaah.
Keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) Bojonegoro, dari seluruh kloter menuju ke asrama haji Surabaya akan bertempat di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro. Hal itu dilakukan untuk mempermudah akses para jamaah maupun yang mengantarnya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan para pengantar nantinya.
Keberangkatan seluruh Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Bojonegoro menuju asrama haji Sukolilo Surabaya akhir Juli tahun 2018 ini, akan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Guna menjaga keamanan dan kenyamanan bagi jemaah haji saat berada di tanah suci Makkah, para jemaah diimbau untuk selalu membawa identas, agar nantinya apabila terjadi sesuatu bisa langsung diketahui.
Calon Jemaah Haji (CJH) Bojonegoro sebelum diberangkatkan ke tanah suci akan mendapatkan dana living cost atau uang saku sebanyak 1.500 real.
Ribuan Calon Jamaah Haji (CJH) Bojonegoro, melakukan praktek langsung tata cara ibadah saat berada di tanah suci. Hal itu dilakukan agar para jemaah tersebut nantinya tidak kebingungan saat melaksanakan ibadah haji.