Setelah Turun, Harga Cabai Mulai Naik
Harga komoditas cabai rawit di Wilayah Kabupaten Bojonegoro kembali mengalami kenaikan harga.
Harga komoditas cabai rawit di Wilayah Kabupaten Bojonegoro kembali mengalami kenaikan harga.
Harga berbagai macam cabai di Kabupaten Bojonegoro, terpantau terus turun harga. Meski bulan lalu harga cabai sempat melejit hingga empat kali lipat dari harga sewajarnya.
Pada momen akhir bulan Agustus, harga komoditas cabai terus terpantau turun. Aisyiah, salah satu pedagang kebutuhan pokok di pasar kota mengatakan, sudah hampir dua pekan ini harga cabai turun.
Harga komoditas cabai terpantau berangsur turun, setelah sebelumnya sempat bertahan di harga yang lumayan tinggi. Hal tersebut terjadi di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Petani cabai lompong sekarang ini lagi sumringah, karena harganya relatif mahal. Rerata di tingkat petani di kisaran Rp34.000/kilogram.
Minimnya petani cabai di Kabupaten Bojonegoro membuat pasokan cabai di Kota Ledre terbatas. Beberapa petani cabai sendiri tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Bojonegoro. Hal itu yang menjadi salah satu pemicu mahalnya harga cabai di pasaran.
Melihat harga cabai di sejumlah pasar tradisional yang ada di Bojonegoro kian hari semakin melambung, kini para Ibu Rumah Tangga (IRT) beralih membeli cabai kering untuk keperluan memasak sehari-hari.
Awal tahun 2019 harga cabai di Pasar Tradisional Desa/Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro terpantau merangkak naik. Cabai tersebut adalah cabai sejenis jempling.
Akhir bulan September tahun 2018 ini, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional terpantau relatif stabil. "Harganya masih normal dari sepekan yang lalu, untuk kedepannya semoga tidak naik," ungkap salah satu pedagang sembako di pasar tradisional Kecamatan Sumberrejo, Yasin, Sabtu (29/9/2018).
Harga cabai di pasaran saat ini terpantau turun pasca lebaran idul fitri, disamping karena stok yang ada masih cukup juga dilatarbelakangi permintaan masyarakat tidak banyak.