Puluhan pedagang yang mengatasnamakan Komunitas Pedagang Keliling (Kopling) Kabupaten Bojonegoro yang wadul ke DPRD Bojonegoro beberapa waktu lalu, terkait banyaknya sekolah yang melarang pedagang tersebut berjualan di sekitar sekolah.
Beberapa waktu lalu, puluhan pedagang yang mengatasnamakan Komunitas Pedagang Keliling (Kopling) Kabupaten Bojonegoro yang wadul ke DPRD Bojonegoro beberapa waktu lalu, terkait banyaknya sekolah yang melarang pedagang tersebut berjualan di sekitar sekolah. Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro tidak menampik adanya beberapa sekolah yang memang melarang pedagang tersebut berjualan dengan alasan kurang memperhatikan kebersihan makanan yang dijual.
Jajanan lumpia sudah tidak asing lagi terdengar di setiap laga pertandingan sepak bola. Gorengan yang khas dengan daun bawang dan cabai rawit tersebut, seolah menjadi menu wajib bagi penonton yang hadir melihat pertandingan sepak bola berlangsung.
Dalam rangka ikut memeriahkan HUT Bhayangkara Off Road Fun 2019, perkumpulan Wisata Kuliner Bojonegoro (WakulBo) turut memriahkan acara dengan membuka 40 stand makanan di Jalan Mastumampel Kota Bojonegoro, Sabtu (13/7/2019).
Kesenian Tradisional Reog dan Jaranan Bopo Roso dari Kelurahan Ngrowo pagi ini ikut meramaikan Car Free Day di Alun-Alun Bojonegoro pagi tadi, Minggu (16/6/2019). Kegiatan digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-73 tahun oleh Forkopimda Bojonegoro.
Produksi industri aneka jajanan tradisional rumahan yang berada di Dukuh Bonagung, Desa Kabalan, Kecamatan Kanor setiap momen Ramadan seperti saat ini selalu merekrut para Ibu Rumah Tangga (IRT) sekitar untuk dipekerjakan membantu dalam pembuatan jajan tradisional.
Sudah jarang sekali warga desa yang mampu membuat jajan tradisional yang biasa disebut gapit kluntung, jajanan khas desa yang ada sejak zaman dulu ini rasanya sudah tidak asing lagi di lidah masyarakat desa maupun kota.
Ramadan memang masih 34 hari lagi, namun jajanan khas suguhan Hari Raya Idul Fitri sudah marak beredar di pasaran, khususnya di berbagai toko modern yang ada di Bojonegoro.
Karnaval SCTV yang digelar di Alun-alun Bojonegoro pada Sabtu-Minggu (30-31/3/2019) sudah dimulai pagi ini. Terlihat deretan lapak pedagang mulai dipersiapkan sejak pagi, mulai dari makanan dan minuman hingga sovenir khas Kota Ledre. Acara yang bertajuk "Bojonegoro Produktif, Tertib Berlalu Lintas dan Anti Hoax akan dibanjiri sederetan artis ibu kota seperti Raffi Ahmad, Nagita Slavina dan Rafatar. Lalu, Yovie & Nuno, D'Masiv, Kangen Band, Hijau Daun, Bian Gindas, Arsy Widianto. Deretan stand yang menjajakan makanan nampak ramai pengunjung. Ada yang menarik, yaitu cemilan dari bahan bawang merah atau biasa masyarakat menyebutnya brambang.
Lontong sayur di Pasar Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro begitu ramai dikunjungi warga. Salah satunya milik Mbah Kasiati yang sudah berjualan lebih dari 20 tahun. Satu porsi lontong kare dengan lauk ayam kampung cukup Rp10.000. Bisa tambah ayam goreng, jerohan, tempe, peyek dan lain-lain. Setiap hari, puluhan pembeli telah antre. Bahkan, anggota DPRD Bojonegoro yang suka kuliner juga menggemarinya. Warung buka pukul 18.00 WIB sampai tengah malam, atau saat jualan habis. Hanya saat puasa saja pukul 16.00 WIB sudah menyiapkan untuk buka bersama.