Suka Jambu Kristal? Yuk Datang dan Petik di Sini ..
Jambu kristal atau nama latinnya sidium guajava, merupakan varietas jambu biji yang saat ini sangat digemari masyarakat Indonesia.
Jambu kristal atau nama latinnya sidium guajava, merupakan varietas jambu biji yang saat ini sangat digemari masyarakat Indonesia.
Agrowisata Kebun Jambu Kristal yang berada di Desa Padang Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro yang kini telah berusia sekitar tiga tahun, perlu perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.
Luapan Sungai Bengawan Solo sempat merendam area persawahan milik petani Dander di Desa Ngablak dan Ngulanan. Akibatnya area persawahan di dua desa tersebut mengalami kerusakan, apalagi usai panen beberapa petani sudah menebar benih.
Pertanian di sekeliling wilayah sumber Migas semakin berkembang. Salah satunya adalah jambu kristal, saat ini buah tersebut mulai dikembangkan oleh Karang Taruna (Kartar) Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
Lahan yang ditanami buah belimbing dan jambu kristal terendam banjir di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kota Bojonegoro. Saat banjir menggenangi lahan tersebut, tampak petani sedang memanen jambu kristal yang ia tanam.
Rasanya yang segar bercampur manis membuat jambu kristal asal Desa Padang, Kecamatan Kalitidu banyak digemari.
Jalan akses yang menuju destinasi wisata jambu kristal, yang berada di Desa Padangrejo Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, masih rusak parah. Terlebih, jika hujan turun pasti akan membuat kondisinya semakin parah dan licin, karena bercampur dengan tanah liat.
Setelah resmi dibuka pada 2 tahun silam, Agro Wisata Jambu Kristal yang terletak di Desa Padangrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, kini semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama hari Sabtu dan Minggu.
Usai penandatangan kesepakatan (MoU) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dengan Carrefour, hasil panen buah di Kota Ledre dikirim ke perusahaan tersebut, Jumat (28/4/2017). Sehingga, para petani dan pemerintah sejak kemarin melakukan persiapan pengiriman.
Aneh memang, gedung menjulang Pemkab Bojonegoro yang belum setahun ditempati dindingnya mulai mengelupas atau terlepas di beberapa bagian. Jika tidak segera dievaluasi dan diperbaiki, maka bisa membahayakan orang yang melintas atau berada di bawahnya.