Panen Petikan Terakhir, Harga Tembakau Malah turun
Kualitas tembakau petikan daun terakhir di sejumlah wilayah memang sangat dirasakan oleh petani. Pasalnya, petikan terakhir hasil panen tembakau mempengaruhi harga penjualan di tingkat petani.
Kualitas tembakau petikan daun terakhir di sejumlah wilayah memang sangat dirasakan oleh petani. Pasalnya, petikan terakhir hasil panen tembakau mempengaruhi harga penjualan di tingkat petani.
Sebuah gudang oven tembakau di Desa Panemon Kecamatan Sugihwaras, Minggu (4/10/2020) malam terbakar, sontak kebakaran tersebut membuat warga desa setempat kaget. Diketahui gudang oven tembakau itu, milik Jhoni Yanto (55) warga desa setempat yang juga dikenal pengusaha tembakau di desanya.
Oven tembakau milik Singgih Budi Raharja (58), warga asal Desa Bulu Kecamatan Suguhwaras, Senin (28/9/2020) petang terbakar. Diduga kebakaran tersebut akibat tembakau yang sudah kering jatuh ke api yang digunakan untuk mengeringkan tembakau sehingga membakar seluruh isi oven.
Sejumlah petani tembakau di Kecamatan Ngambon dan Tambakrejo, Bojonegoro mengaku resah karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Sebab dalam beberapa hari terakhir, hujan mengguyur wilayah Bojonegoro dan sekitarnya
Saat ini, petani di Bojonegoro memasuki masa panen tembakau. Bahkan dari luas lahan pertanian tembakau 11 ribu hektare hampir semuanya sudah masuk masa panen. Meski masa panen setiap wilayah di Kecamatan panen petik tembakaunya berbeda-beda.
Bangunan Oven Tembakau milik warga hangus terbakar. Peristiwa itu terjadi pada Selasa 20 September 2020, sekitar pukul 20.00 Wib.
Sebuah gudang tembakau yang berada di Dukuh Putuk, Rt 08 Rw 02, Desa Belun, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro terbakar, sekitar pukul 07.20 WIB, Kamis (17/9/2020).
Apabila Hujan Masih Turun, Petani Tembakau Pasrah
Sejumlah petani dan tengkulak tembakau di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, mengeluhkan anjloknya harga tembakau pada masa panen pertama 'Gowok an', yang bakal menyebabkan para petani merugi.
Petani di kawasan Desa Kolong, Kecamatan Ngasem resah karena hingga pertengahan Agustus ini hasil panen tembakaunya belum ada yang membeli.