8 Sembuh, 8 Kasus Baru dan 1 Meninggal Dunia
Sebanyak 8 orang di Kabupaten Bojonegoro dinyatakan sembuh dari Covid-19, Sabtu (6/3/2021). Sedangkan kasus baru juga bertambah 8 orang, dan 1 kasus meninggal dunia.
Sebanyak 8 orang di Kabupaten Bojonegoro dinyatakan sembuh dari Covid-19, Sabtu (6/3/2021). Sedangkan kasus baru juga bertambah 8 orang, dan 1 kasus meninggal dunia.
Percepatan pengembangan Vaksin Merah Putih saat ini mayoritas sudah pada tahapan penelitian berskala laboratorium atau lab skill research dan tahapan faktor ekspresi. Dalam tahapan pengembangannya terus dimonitor oleh Kementerian Riset Teknologi / Badan Riset Inovasi Naisonal (Kemenristek BRIN).
Meski di tengah pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro terus berupaya meningkatkan mutu kualitas pendidikan. Salah satunya melalui program inovasi pedal school, yakni berjelajah ke sekolah sambil gowes santai.
Setelah dilakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan dan petugas pelayan publik, kini giliran para pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Bojonegoro mengikuti program vaksinasi di seluruh fasilitas kesehatan yang ada, Sabtu (6/3/2021).
Kementerian Kesehatan terus berupaya mempermudah akses bagi masyarakat mendapatkan vaksin. Seperti memperpendek jarak jangkauan bagi warga lansia mengakses vaksin dekat dari rumah, hingga mendekatkan lokasi vaksinasi bagi para pelaku pariwisata.
Perkembangan pasien sembuh per 5 Maret 2021, jumlahnya sudah melebihi angka 1,1 juta orang atau angka tepatnya bertambah menjadi 1.182.687 orang dengan persentasenya di angka 86,4%. Angka kesembuhan kumulatif ini meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 6.331 orang.
Sempat 3 hari berturut-turut jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro tetap 53 orang, Jumat (5/3/2021) menjadi 52 orang.
Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro tingkat desa dan kelurahan merupakan model pengendalian yang cukup efektif. Dan hal ini menjadi modal penting mewujudkan Indonesia tangguh bencana.
Dalam kurun waktu 1 tahun penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat pergeseran dalam peta zonasi risiko menunjukkan daerah zona hijau tidak terdampak dan tidak ada kasus baru, jumlahnya semakin berkurang. Perpindahan itu menyebar masuk ke zona merah atau risiko tinggi, zona oranye atau risiko sedang dan zona kuning atau risiko rendah.
Perjalanan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia sejak 2020 sudah mencapai 1 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat perkembangan kualitas penanganan di berbagai daerah, apakah berubah ke arah yang lebih baik atau kurang baik.