blokBojonegoroTV
Kemarau, Waduk di Bojonegoro Mulai kering
Kemarau, Waduk di Bojonegoro Mulai kering
Kemarau, Waduk di Bojonegoro Mulai kering
Puncak musim kemarau tahun 2023 diperkirakan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Sejak awal kemarau lalu, tercatat 22 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dilanda krisis air bersih.
Warga Kabupaten Bojonegoro yang berada di daerah kekeringan menyambut gembira adanya droping air bersih. Mereka merasa terbantu dengan bantuan air bersih dari Pemkab Bojonegoro melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Beberapa Desa di Bojonegoro Mulai Kekeringan
Musim kemarau tahun 2023 ini, wilayah Indonesia diprakirakan akan lebih panjang dan kering dibandingkan 3 tahun sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh gangguan fenomena cuaca yang terjadi yaitu El-Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD).
Pada kemarau tahun 2023 ini ada 10 desa yang tersebar di 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan hingga krisis air bersih. Sehingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro terus melakukan berbagai upaya, diantaranya dengan terus mendropping air bersih dan menyiapkan ratusan tangki untuk disebar ke desa-desa yang mengalami kekeringan.
Antisipasi krisis air di sejumlah wilayah, BPBD Bojonegoro telah mendistribusikan 8.000 ribu liter air bersih di wilayah yang kesulitan air.
Antisipasi krisis air bersih yang sering terjadi saat musim kemarau, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) membagikan puluhan tandon air untuk warga di beberapa wilayah.
Memasuki musim kemarau tahun 2023, 189 warga Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan. Hal tersebut, merupakan daerah yang pertama kali mengalami kekeringan di Kota Migas (sebutan lain Bojonegoro), Rabu (5/7/2023).
Musim kemarau di tahun 2023 diprediksi akan datang lebih awal. Oleh sebab itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro siapkan sebanyak 400 tangki air bersih untuk beberapa daerah yang rawan kekeringan.