Angka Kekerasan Perempuan dan Anak Tinggi, Ini Faktornya!
Angka kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro selama 2018 terbilang cukup tinggi.
Angka kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro selama 2018 terbilang cukup tinggi.
“Violence against women is not cultural. It is criminal. Equality cannot come eventually. It’s something we must fight for now. “(Samantha Power – mantan Dubes A.S. untuk PBB). Kekerasan terhadap perempuan jika dianggap sebagai budaya akan memunculkan sikap permisif yang melanggengkan perilaku tersebut. Namun, jika dikategorikan sebagai kejahatan maka akan menjadi faktor pencegah terulangnya atau terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan.
Fenomena kekerasan di dunia pendidikan tidak menutup kemungkinan terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Sehingga perlu adanya langkah preventif dalam kegiatan proses belajar mengajar, salah satunya seperti yang dilakukan SMKN 2 Bojonegoro dengan mendirikan 'Benteng SMK', yang dilaunching langsung Kapolres Bojonegoro, AKBP Ari Fadly, Senin (26/11/2018).
Video kekerasan terhadap siswa tejadi di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Bojonegoro tengah beredar dengan durasi 30 detik. Dalam vedio itu, nampak seorang siswa laki-laki tengah berjongkok di toilet kemudian siswa itu ditendang oleh salah satu anak yang diduga teman sekolahnya.
Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) bersama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana adakan workshop bagi hakim agama dan petugas Kantor Urusan Agama (KUA) dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan perkawinan anak. Kegiatan dilaksanakan sejak tanggal 09 sampai 10 Oktober 2018 di Aula Batik Madrim, Kabupaten Bojonegoro.
Perbincangan 'Bojonegoro Keras' sudah viral di beberapa kalangan, tidak hanya para pemuda yang nongrong di warung kopi seputaran perempatan Balen. Namun, anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro ikut mengomentari #BojonegoroKeras yang sedang viral di Kota Ledre itu.
Demam kata-kata “Bojonegoro Keras Luurr†tidak hanya di media sosial (Medsos) saja. Di tempat-tempat nongkrong jantung Kota Bojonegoro tengah ramai membincang video-video yang menyebar di Medsos.
Belakangan ini, di media sosial ramai jadi perbincangan kata-kata “Bojonegoro Keras Luurrâ€. Bukan hanya anak muda, tapi akun dengan foto orang dewasa juga membahas kata yang sama.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro mengecam aksi kekerasan berupa pengeroyokan yang dilakukan pemain Sindo Dharaka terhadap salah satu wartawan di Stadion Jember Sport Garden (SJSG), Rabu (4/7/2018).
Momen bulan Ramadan ini dimanfaatkan oleh pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Bojonegoro untuk sosialisasi pencegahan kekerasan anak.