Skip to main content

Category : Tag: Kip


BDF Road to Campus 2023

MoA IKIP PGRI Bojonegoro dengan BMG

Pada program Bojonegoro Digital Forum yang dilaksanakan di IKIP PGRI Bojonegoro, Rabu (25/10/2023) dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) atau nota kesepahaman kerjasama antara kampus dengan Blok Media Grup.

420 Maba IKIP PGRI Bojonegoro Ikuti Semarak PKKMB 2023

Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bojonegoro menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk Mahasiswa Baru (Maba) tahun 2023, Senin (4/9/2023).

Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro Gelar Sosialisasi dan Buka Program OSDI

Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ikatan Pecinta Alam Mahasiswa (IPAMA) menggelar sosialisasi dan launching program Omah Sampai Digital (OSDI) di Desa Ngablak, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (6/7/2023).

8 Tim dari Kampus IKIP PGRI Bojonegoro Lolos Pendanaan DRTPM 2023

Sebanyak 4 tim IKIP PGRI Bojonegoro lolos proposal pendanaan Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Ristekdikti) tahun 2023.

Matematika sebagai Bahasa Sains Membentuk Argumen Bukti dan Komunikasi Data

Pemikiran sebuah dunia di mana setiap klaim ilmiah bisa diuji, dibuktikan, dan dipahami dengan jelas oleh siapa saja, tanpa harus menjadi ahli. Di dunia itu matematika tidak lagi sekadar rangkaian angka dan simbol, melainkan bahasa universal yang mempersenjatai kita untuk membaca kenyataan, menyusun argumen, dan membagikan temuan dengan cara yang dapat diverifikasi. Matematika menjadi alat utama dalam sains karena ia mengubah data menjadi narasi yang bisa diperdebatkan, disahkan, dan dipakai untuk mengambil tindakan nyata. Inilah inti dari gagasan bahwa matematika adalah bahasa sains membentuk argumen bukti dan komunikasi data.

Dari Hafalan Menuju Pemecahan Masalah Kelas yang Penuh Eksperimen

Di era data yang mengalir deras, sebuah kelas bisa berubah menjadi laboratorium ide tempat pertanyaan menggantikan hafalan. Di ruang itu guru tidak lagi sekadar menjadi pengingat rumus, melainkan fasilitator yang menuntun siswa merumuskan pertanyaan, merancang eksperimen sederhana, dan menilai hasilnya bersama. Satu jam pelajaran bisa terasa seperti sesi ilmiah yang hidup, bukan sekadar ritual menghafal yang membuat jiwa pembelajar kehilangan otonomi berpikir. Transformasi ini bukan sekadar perubahan teknik mengajar; ia menuntut kita menyusun ulang apa yang kita sebut pembelajaran bermakna.