LSP Pertanian Gelar Uji Kompetensi di SMK Migas Bojonegoro
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Malang menggelar Uji Kompetensi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro, Senin (17/6/2018).
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Malang menggelar Uji Kompetensi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro, Senin (17/6/2018).
Beberapa tahun terakhir, budidaya tanaman hidroponik (bertanam dengan media air) mulai banyak diminati di Kota Ledre. Walau tidak mempunyai lahan yang luas penghobi tanam menanam masih bisa membudidaya sayuran beraneka macam sesuai selera. Hal ini dilakukan pula oleh Indhah Sulistyorini, warga Desa/Kecamatan Malo.
Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro berdampak pada ratusan hektar lahan pertanian milik warga di 17 kecamatan. Bahkan beberapa petani terpaksa harus memanen lebih awal padinya agar tidak merugi.
Pemerintah akan mempermudah pembebasan lahan untuk kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (migas). Ini untuk meningkatkan eksplorasi sehingga bisa berdampak pada ketahanan energi.
Sebagai upaya optimalisasi tanah sawah agar mendapatkan hasil panen yang maksimal, petani di Desa Kedungdowo Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro melakukan tanam padi dikombinasi dengan ikan plus sayuran dan jambu kristal. Istilah budidaya padi dan ikan dikenal dengan nama Mina Padi.
Banjir yang terjadi di Kecamatan Bubulan membuat sebagian petani resah. Pasalnya, banjir merusak hektaran lahan yang hendak mereka tanami.
Petani Bojonegoro saat tanam memang banyak menggunakan pupuk yang mengandung bahan kimia, sehingga unsur tanah pertanian itu kurang mengandung C organik. Oleh karenanya, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, menghimbau petani Bojonegoro untuk menanam tanaman sehat yang tidak banyak mengandung bahan kimia di antaranya 3 desa yang telah melakukan hal itu sebagai projek percontohan bagi petani lain.
Musim kemarau tahun ini, membuat petani Bojonegoro harus merelakan lahan pertanian dibiarkan tidak ditanami (bero). Bahkan lahan bero tersebut totalnya mencapai 17 ribu hektar lebih yang tersebar di wilayah Kabupaten Bojonegoro.
Meski Desa Ngraseh Kecamatan Dander, Bojonegoro bukan sebagai desa penghasil ketela pohon (singkong/menyok,jawa), bukan berarti warganya tidak ingin berkreasi membuat aneka olahan makanan berbahan dasar menyok.
Musim kemarau tahun ini, beberapa lahan pertanian milik warga yang ada di Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, banyak yang dibiarkan terbengkalai tanpa tanaman (bero). Biasanya meski kemarau warga tetap menanam tomat atau cabai apabila air cukup.