Hari Pahlawan
Semangat Pahlawan Terasa di Proyek Gas JTB
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.†Begitulah pidato Ir. Soekarno saat peringatan hari pahlawan 10 November 1961.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.†Begitulah pidato Ir. Soekarno saat peringatan hari pahlawan 10 November 1961.
“Jika ingin perdamaian, maka berperanglah,†Ronald Reagan. Penggalan kalimat itu muncul pada film Dilan 1991 yang ditempel di dinding kamarnya. Ya, Dilan selama di sekolah dikisahkan sebagai siswa petarung. Suka melawan. Bahkan, Pak Suripto yang galak pun dilawannya meski beresiko.
Menghadapi putaran kedua Kompetisi Liga 3 regional Jatim tim Bojonegoro FC terus mencari pemain baru. Pasalnya ada beberapa pemain yang keluar, sehingga harus mencari pengganti.
Saat Al Qaeda melakukan aksi teror di berbagai belahan dunia, sebagian dari kita mungkin menganggap peristiwa itu nun jauh di sana. Saat Al Qaeda surut dan berganti dengan “Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL)” atau “Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)”, pandangan itu relatif tidak berubah.
Ledakan Bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu dan Senin (13-14/5/2018) di Kota Surabaya kemarin masih menjadi perhatian publik. Tak pelak, tempat umum pun turut waspada, salah satunya adalah Terminal Rajakwesi Tipe A Bojonegoro, Jawa Timur, juga turut wapada.
Tragedi serangan bom di Surabaya (13/5/2018), dan rentetan yang terbaru, memantik semangat bersama untuk tidak takut kepada teroris. Bahkan secara khusus tagar (#) kamitidaktakut didengungkan sebagai pengobar semangat agar segenap elemen masyarakat tidak ciut nyali terhadap teroris. Tagar ini juga dalam rangka mengkonsolidasikan segenap elemen tak terkecuali para guru bersatu padu melawan teroris di bumi NKRI ini.
Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro mengimbau kepada seluruh masyarakat Bojonegoro untuk saling menjaga kedamaian. Hal ini disampaikan seiring maraknya bom bunuh diri yang terjadi di Jawa Timur.
Komisi I DPR RI mengutuk atas serangan bom oleh teroris di Gereja Santa Maria Surabaya yang menewaskan 8 orang dan melukai 38 orang pada Minggu pagi tadi. Aksi biadab tersebut telah melukai perasaan bangsa Indonesia yang selama ini menjunjung tinggi toleransi.
Setelah aksi teroris di Mako Brimob, Minggu (13/5/2018) pagi giliran Kota Surabaya diguncang bom. Tidak tanggung-tanggung, sedikitnya tiga gereja menjadi sasaran. Di antaranya Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya Nomor 1, Kelurahan Baratajaya, Kecamatan Gubeng, Surabaya; Gereja Kristen Indonesia Jalan Diponegoro dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.
Ancaman terorisme di Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata, terbukti setelah insiden di rumah tanahan Brimob Demok, aksi bom teror juga terjadi di Surabaya, Minggu (13/5/20) pagi. Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menyarankan keamanan fasilitas umum di Bojonegoro perlu diperketat.