Makanan Pedas Paling Banyak Digemari
Cita rasa masakan pedas masih menjadi kegemaran masyarakat di Bojonegoro. Masakan dengan penuh cabai menjadi favorit setiap hari.
Cita rasa masakan pedas masih menjadi kegemaran masyarakat di Bojonegoro. Masakan dengan penuh cabai menjadi favorit setiap hari.
Banyak pelaku bisnis yang berbondong-bondong memulai bisnis resto di Kabupaten Bojonegoro untuk mencari keuntungan. Hal ini mengakibatkan terjadinya persaingan yang semakin ketat untuk pengusaha resto yang sudah berdiri.
Selama bulan ramadan sebagian masyarakat menjalankan ibadah puasa, namun hal itu malah membuat omzet rumah makan di Bojonegoro meningkat tajam. Hal tersebut ditunjang banyaknya masyarakat yang mengadakan acara buka bersama.
Judulnya barangkali cocok dengan situasi aktual pemudik, tapi bukan itu maksud sebenarnya. Justru menjelang libur berjamaah begini pertanyaan di kamar praktik yang muncul antara lain, ”Dok, lebaran gimana dong ngatur makannya?”.
Menu selama bulan puasa cenderung tinggi gula dan berlemak. Bukan hanya berpengaruh pada lingkar pinggang, makanan tersebut juga memengaruhi kondisi kulit.
Di bulan Ramadan, penjualan makanan siap saji di Kabupaten Bojonegoro meningkat tajam. Masyarakat banyak membeli makanan terutama ketika moment berbuka puasa. Hal itu membuat keuntungan sendiri bagi pelaku bisnis makanan siap saji, pasalnya penjualan bisa meningkat sampai 50%.
Jarang sekali ditemukan makanan khas desa di sajian kuliner menengah atas di Kota Bojonegoro. Tapi, Rumah Makan Dpo's di Jalan Gajah Mada, Gang Depo, Kota Bojonegoro berbeda. Saat buka bersama (buber), takjil sudah disediakan jadah bakar dengan kolak pisang.
Anjuran untuk rutin mengonsumsi bahan makanan sumber serat mungkin sudah sering Anda dengar. Namun, tahukah Anda mengapa serat bisa menyehatkan?
Memasak dan memanggang dengan alumunium foil memang cepat dan praktis, tapi bukannya tanpa risiko kesehatan.
Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu: