Sering kita temui, menjelang datangnya bulan suci Ramadan, ada fenomena khususnya di Jawa, kebanyakan umat Islam, berbondong-bondong mengunjungi kuburan atau makam orang tua, famili maupun kerabat.
Siang itu, beberapa hari menjelang Ramadan, kampung saya mulai ramai bukan karena pasar murah atau baliho diskon sirup, tetapi karena aroma apem, kolak, dan nasi berkat yang mengepul dari dapur-dapur. Ibu-ibu sibuk menata tampah, bapak-bapak menenteng rantang, anak-anak mondar-mandir sambil mencicipi “jatah bocoran.” Di kalender, hari itu belum puasa. Tetapi di rasa, kami sudah sedang mempersiapkan diri. Orang Jawa menyebutnya ruwahan atau megengan—sebuah tradisi menyambut Ramadan dengan doa, berbagi, dan menata batin.
Menjelang Ramadan, masyarakat Islam di Indonesia mempunyai tradisi sambut bulan Ramadan. Di berbagai daerah di Indonesia tradisi ini memiliki banyak versi nama. Jika di Aceh namanya Meugeng, Jawa Barat istilahnya Munggahan, di Bali Megibung dan di Jawa Timur khusunya di Bojonegoro istilah masyhurnya Megengan.