Berita foto
Letda Caca, Opposite Electric PLN dalan Balutan Busana TNI AU
Saat di lapangan, opposite Jakarta Electric PLN Mobile, Ersandrina Devega Salsabila begitu garang dengan spike kerasnya.
Saat di lapangan, opposite Jakarta Electric PLN Mobile, Ersandrina Devega Salsabila begitu garang dengan spike kerasnya.
Guna meningkatkan kemampuan bela diri sekaligus profesionalisme prajurit, personel Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro melaksanakan latihan Pencak Silat Militer (PSM) secara mandiri dan rutin di lapangan Makodim setempat, Rabu (14/1/2026).
Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat (AD) ke-80 yang digelar di Lapangan Markas Kodim (Makodim) 0813 Bojonegoro, Jalan Hos Cokroaminoto, Senin (15/12/2025).
Untuk memastikan pembinaan kedisiplinan prajurit berjalan optimal, Tim Pengawasan Pelaksanaan Kegiatan (Waslakgiat) dari Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (Kodiklat AD) melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Militer Dasar (Permildas) di Kodim 0813 Bojonegoro, Rabu (16/7/2025).
Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro, pagi ini menggelar Upacara Bendera Tujuh Belasan bulan April 2025 di lapangan Makodim setempat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0813 Bojonegoro Mayor Inf Bambang Riyanto, Kamis (17/4/2025).
Sebagai tempat pusat pengendali pemerintahan dan militer, Desa Temayang mempunyai peranan penting dalam kedudukannya dan menentukan bagi keberhasilan perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara dan bagsa, khususnya bagi Wehreise Brigade Ronggolawe.
Setelah peristiwa cepat yang terjadi di Sumodikaran, yakni 100 pasukan gerilya belum berhasil melumpuhkan 5 serdadu yang melintas, pada bulan Mei 1949, seksi Dihar dan Supandi mengadakan pertemuan di Wedi.
Masih pada bulan April 1949, sekitar pukul 07.00 WIB, seksi Dihar, seksi Supandi dan Seksi Noorcahyo dengan total kekuatan 100 orang masing-masing bersenjata, berkumpul di tengah tegalan di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dande, tepatnya di sebelah barat jalan besar.
Akibat hujan yang turun malam hari, bom yang dipasang oleh pasukan gerilya sempat ngowos alias telat meledak. Sehingga, para serdadu belanda yang ada di gardu sempat melarikan diri dan mencari perlindungan sebelum bom itu memporakporandakan gardu.
Pada bulan April 1949, Seksi Supandi melakukan penghadangan di perempatan jalan besar Balen. Sementara di selatan kecamatan tersebut, yakni di Desa Sidobandung, sudah dipisah 4 regu yang mempunyai sasaran masing-masing.