H-1, Bus di Terminal Didominasi Menuju Ngawi dan Nganjuk
Arus kedatangan penumpang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro masih terjadi. Meski begitu ada penurunan dibanding H-2 kemarin yang merupakan puncak kedatangan penumpang hingga 70 persen.
Arus kedatangan penumpang di Terminal Rajekwesi Bojonegoro masih terjadi. Meski begitu ada penurunan dibanding H-2 kemarin yang merupakan puncak kedatangan penumpang hingga 70 persen.
Di tengah ramainya penumpang yang ada di Terminal Rajekwesi Bojonegoro di H-2 lebaran 2018, ada penumpang yang tas bawaanya tertukar dengan penumpang lainnya.
Bagi anda yang hendak mudik di jalur antar kota dalam provinsi (AKDP) Bojonegoro-Nganjuk harap berhati-hati. Sebab, ada beberapa titik yang perlu diswaspadai agar perjalanan mudik selamat sampai kota tujuan.
Peningkatan kedatangan arus mudik di terminal Tipe A Rajekwesi, Kabupaten Bojonegoro mulai tampak, sejak Minggu (10/6/2018) malam kemarin.
Komitmen PT Pertamina EP untuk mendukung peningkatan produksi migas nasional terus dibuktikan, kali ini ditunjukkan dengan kinerja positif dari PT Pertamina EP Asset 4 yang memiliki wilayah operasi terluas dari seluruh asset yang dikelola oleh PT Pertamina EP yaitu mulai dari Cepu Field di Jawa Tengah, Sukowati Field dan Poleng Field di Jawa Timur, Donggi Matindok Field di Sulawesi Tengah dan Papua Field di Papua Barat.
Sebagai antisipasi membludaknya calon penumpang di Terminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro saat musim mudik lebaran ini, pihak terminal mempersiapkan puluhan armada bus cadangan untuk melayani penumpang yang hendak pulang ke kampung halamannya.
H-7 sebelum lebaran, diperkirakan kenaikan penumpang bus yang turun diterminal Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro mulai ada peningkatan berkisar hingga 50 persen. Kenaikan penumpang terbilang cukup wajar karena beberapa orang yang bekerja ingin pulang menikmati lebaran besama keluarga.
PT Pertamina EP bersama pondok pesantren Mansyaul Huda memberi santunan kepada anak yatim yang ada di sekitar wilayah Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban.
Jatah kuota gas elpiji subsidi atau gas melon tiga kilogram untuk wilayah Kabupaten Bojonegoro pada bulan Juni mengalami pemangkasan. Pemangkasan elpiji melon tersebut berjumlah sekitar 200 tabung dibanding pada bulan Mei kemarin.
Menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina memprediksi terjadinya peningkatan konsumsi pada produk LPG bersubsidi (3 kg) rata-rata sebesar 7%, dari konsumsi normal sebesar 94.679 Metric Ton (MT) / Bulan menjadi 101.307 MT/Bulan.