Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriyah, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro menggelar rangkaian kegiatan bertajuk Peaceful Muharram.
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro hari ini memberikan santunan kepada 205 anak yatim piatu dan duafa. Momen bertepatan 10 Muharam 1445 Hijiriah, digelar di aula Kantor Kemenag Bojonegoro Jalan Pattimura No. 7 Sumbang Bojonegoro, Jumat (28/7/2023).
Setiap tanggal 10 Muharram dianggap waktu yang istimewa bagi umat Islam, karena banyak peristiwa bersejarah yang patut dirayakan dan diteladani, termasuk melaksanakan menyantuni anak yatim-piatu. Sehingga Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, mengajak anak yatim-piatu bergembira bersama dan menyantuni mereka.
Banyak amalan yang dilakukan untuk mengisi bulan Muharram, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro. Yakni menyerahkan santunan sebanyak 30 paket untuk anak yatim di Kabupaten Bojonegoro.
Di bulan Muharram 1443 hijriah, MWC NU Kanor bersama badan otonom menggelar santunan. Diantaranya yakni, Muslimat, Fatayat, UPZIS LAZIZNU dan IHM Kecamatan Kanor.
Mengingat kondisi pandemi Covid-19 sekaligus diberlakukannya PPKM, sehingga Suroan Agung atau pengesahan warga baru Perguruan Silat Setia Hati (PSHT) ditiadakan. Hal itu akan dituangkan dalam MoU antara perguruan silat dengan pihak keamanan.
Momentum bulan muharrom dimanfaatkan seluruh umat islam untuk menyantuni anak yatim. Termasuk MIN 1 Bojonegoro dalam rangka semarak 'Asyura Gembira' menyantuni anak yatim di Kota Ledre, Selasa (10/9/2019), untuk mengajarkan berbagi kepada para peserta didik.
Tahun Baru Hijriyah sudah berlalu lebih dari seminggu. Umat Islam kembali bergemuruh untuk memperingati 10 Muharram atau Hari Asyura’. Ada yang berpuasa, membuat acara-acara seremonial atau bahkan, jika datang ke Iran (kawasan yang mayoritas Syiah) anda akan disuguhi sebuah pertunjukan yang mengerikan. Yakni, menghajar diri sendiri dengan benda-benda tajam. Hal itu dilakukan sebagai ritual untuk ikut merasakan pedih yang dialami Husain bin Ali bin Abi Thalib, Cucu Nabi Muhammad SAW yang disiksa Yazid bin Muawiyah dengan kejam.
Sebelum acara tasyakuran malam 10 muharom atau yang istilah jawanya dikenal dengan suronan, yang dilaksanakan oleh warga RT.003/RW.001, Desa/Kecamatan Bubulan, Jumat (29/9/2017) malam. Kiai Muslih Abdul Karim selaku imam menjelaskan, terkait beberapa amalan di tanggal 10 muharom, diantaranya kata Kiai Muslih ada 12.