PT. BBS Optimis Sumbang PAD Lebihi Target
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. BBS (Bojonegoro Bangun Sarana) optimis bakal menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melebihi target pada tahun 2018.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. BBS (Bojonegoro Bangun Sarana) optimis bakal menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melebihi target pada tahun 2018.
Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Bojonegoro 2019 naik menjadi Rp28 miliar lebih (Rp 28.217.750.000).
- Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro diharapkan lebih optimal. Hal itu semestinya bisa dilakukan dengan perbaikan-perbaikan dan terobosan program dari tahun-tahun sebelumnya.
Direktur Utama (Dirut) PT. BBS Bojonegoro, Toni Ade Irawan mengaku, PT. BBS (Bojonegoro Bangun Sarana) dari minus setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bergerak ke surplus. Artinya mampu menyumbang PAD.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. BBS Kabupaten Bojonegoro menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terendah tahun 2018. Realisasinya hanya Rp120 juta lebih (Rp120.562.274).
Realisasi BUMD Bank Pembangunan Daerah Jatim 2018 dalam menyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa dibilang paling tinggi. Yakni sebesar Rp13 miliar lebih (Rp13.242.728.671).
Jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2018 dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mencapai Rp20 miliar lebih (Rp20.224.733.534).
Dulu, saat memanen padi, petani menggunakan alat perontok gabah manual.Banyak tenaga manusia terserap untuk bekerja. Mulai untuk memotong, memancal pedal dos, sebutan alat tradisional itu, sampai memanggul ke jalan raya.
Salah satu problema usaha tani sekarang adalah berkurangnya tenaga kerja pertanian. Jumlah petani semakin berkurang. Sementara anak-anak muda jarang yang bercita-cita menjadi petani. Agar tahapan tanam padi/tandur tidak lambat dan serempak petani di Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan) Bumiarto desa Krangkong, Kecamatan Kepohbaru menggunakan alat menanam padi dengan mesin yang disebut Rice Transplanter. Dengan menggunakan Alat mesin pertanian (Alsintan) ini tandur cepat dan lebih hemat biaya.
Padi sawah di Kecamatan Kanor mulai panen, khususnya yang berada di pinggiran Bengawan Solo. Termasuk di Desa Caruban. Sawah di sina berpola tanam padi-padi-padi dengan sumber pengairan dari sungai terpanjang di Pulau Jawa.