Silent Majority Menangkan Paslon di Quick Count, Ini Kata Akademisi FISIP Universitas Brawijaya
Silent Majority Menangkan Paslon di Quick Count, Ini Kata Akademisi FISIP Universitas Brawijaya
Silent Majority Menangkan Paslon di Quick Count, Ini Kata Akademisi FISIP Universitas Brawijaya
Sejumlah 5 desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Bojonegoro hari ini melakukan rekapiulasi hasil perhitungan perolehan suara Pemilu 2024. Rekap dilakukan di halaman kantor Kecamatan Bojonegoro, Jalan Pemuda Bojonegoro.
Satu persatu tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 mulai diselesaikan. Dalam penyelenggaraan Pemilu tersebut, tentu melibatkan berbagai elemen, seperti penyelenggara Pemilu hingga personel TNI-Polri.
Jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan viral diduga salah seorang calon anggota legislatif atau Caleg asal Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro yang meminta uang serangan fajar dikembalikan. Lantaran ia gagal masuk jatah kursi Legislatif.
Dugaan kecurangan sistemik dari Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) KPU sebabkan jumlah pemilih di satu TPS tertulis lebih dari sebelas ribu pemilih. Hal itu terlihat dari temuan di TPS 001, Nglaban, Loceret, Nganjuk. Dan ratusan TPS lain di Jatim dengan pola input data yang sama.
Proses penghitungan suara Pemilu Pres6dan Wakil Presiden Republik Indonesia terus berjalan. Data terakhir pukul 17.30 WIB, telah masuk 497940 dari total 823236 TPS.
Penghitungan surat suara pemilihan anggota legislatif (Pileg) pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 untuk DPR-RI Daerah Pemilihan (Dapil) IX Jawa Timur (Bojonegoro-Tuban) tampak masih terus berjalan.
Nama Kondang Kusumaning Ayu mendadak viral di berbagai media sosial, khususnya TikTok dan Instagram. Parasnya yang cantik membuat netizen tersihir dan ramai-ramai mencoblos calon DPD RI Dapil Jawa Timur tersebut.
Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menerima hasil Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024 yang sampai saat ini proses rekapitulasi suara masih berlanjut.
Selama hari pencoblosan, Selasa (14/2/2024), gerakan periksa fakta kolaboratif CekFakta.com yang dikelola tiga organisasi pers: Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), merampungkan proses pemantauan mis/disinformasi, dengan melibatkan lebih dari 100 media lokal dan nasional di seluruh Indonesia.