Tingkatkan Minat Baca, Perpusda Jemput Bola Hingga ke Pelosok
Menumbuhkan minat baca masyarakat Bojonegoro, terlebih lagi bagi pelajar tentu sangat diperlukan, agar meraka menjadi orang yang gemar membaca.
Menumbuhkan minat baca masyarakat Bojonegoro, terlebih lagi bagi pelajar tentu sangat diperlukan, agar meraka menjadi orang yang gemar membaca.
Untuk meningkatkan daya kunjung masyarakat ke Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bojonegoro bakal menyiapkan konsep aplikasi model e-library guna memudahkan pengunjung dalam mencari buku koleksi yang ada.
Setiap hari, pengunjung di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bojonegoro terbilang sangat minim, hal itu, dibuktikan setiap hari masyarakat yang singgah tercatat hanya ada sekitar 60 sampai 70 pengunjung saja.
Bantuan seperangkat peralatan pendukung perpustakaan dari program Pertamina Peduli Literasi (PERTALIT) sangat dirasakan manfaatnya oleh lembaga penerima. Salah satunya adalah MTs Manbail Huda, Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu.
'Buku baru, semangat baru.' Begitu mungkin yang dirasakan para siswa sekolah penerima program Pertamina Peduli Literasi (PERTALIT).
Pengunjung perustakaan daerah (perpusda) Bojonegoro tiap tahun terus mengalami penurunan. Pasalnya saat hari-hari biasa pengunjung yang datang tercatat hanya ada puluhan, padahal pengunjung perpustakaan daerah dulu setiap harinya bisa mencapai 100 orang lebih.
Setiap minggu ada saja pihak ketiga yang ingin menyumbangkan buku ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Bojonegoro. Meski jumlah bantuan tersebut terbilang sedikit, namun bantuan itu cukup bearti untuk menambahkan koleksi buku yang ada.
Kurang lebih 3 tahun ini, puluhan bangunan perpustakaan di tingkat Sekolah Dasar (SD) terbilang belum sepenuhnya terselesaikan pembangunannya. Padahal bangunan perpustakaan seharusnya bisa terselesaikan apabila ada anggarannya.
Sudahkah perpustakaan sekolah kita optimal? Untuk menilainya, tentu kita harus melihat secara nyata keberadaan perpustakaan sekolah sebagai salah satu sarana prasarana pendukung pembelajaran dan penguatan literasi. Karena jangan sampai, keberadaan perpustakaan sekolah mati suri, yakni hanya dibangun fisiknya sedangkan dalamnya sepi aktifitas literasi.
Di antara ribuan pengunjung yang mendatangi Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bojonegoro setiap bulan, hanya sekitar seratus lebih saja yang meminjam buku di gedung yang terletak di Jalan Patimura tersebut.