Disperta Bantah Data Pertanian Diambil Dattabot
Isu data pertanian Bojonegoro yang diambil oleh Perusahaan Big Data Analytics Dattabot ditampik oleh Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro.
Isu data pertanian Bojonegoro yang diambil oleh Perusahaan Big Data Analytics Dattabot ditampik oleh Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro.
Guna memperoleh untung dari peningkatan hasil lahan pertanian, petani di Kecamatan Sukosewu, beralih tanam semangka. Ada 20 hektar lahan petani yang saat ini sudah ditanami dan tanaman itu hampir memasuki masa panen.
Pada Pasar Lelang komoditi Pertanian dan Industri Makanan olahan yang digelar oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro, Selasa (31/7/2018), total pendapatannya mecapai Rp88 milyar lebih. Dari total itu komoditi yang berhasil terjual banyak yakni serbuk kelor. Nilainya, mencapai Rp 33.750.000.000 dan Daun Kering Kelor mencapai Rp 20.000.000.000.
Transaksi yang dicapai pada pasar lelang hasil pertanian dan olahan produk yang dihadiri para pengusaha besar mencapai hingga Rp88.802.000.000. Jumlah tersebut dicapai hanya selang 1 jam saat dimulai dibukanya pasar lelang.
Pada musim kemarau tahun ini, banyak petani yang ada di Kabupaten Bojonegoro memilih menanam bawang merah. Para petani beranggapan bahwa harga bawang merah di pasaran saat panen bisa stabil.
Memasuki musim kemarau ini, memang banyak lahan pertanian di Bojonegoro kekeringan. Bahkan, dampak kekeringan semakin meluas Sehingga lahan pertanian yang ditanami padi terancam gagal panen. Pasalnya bulir padi tidak berisi sehingga padi yang menguning pun puso.
Diklaim guna mempermudah akses menuju area pertanian, Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro tahun 2018 ini rencananya akan membangun Jalan Usaha Tani (JUT) sebanyak 34 tempat, yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kota Ledre.
Lahan Pertanian warga Desa sambiroto, Kecamatan Kapas yang beberapa waktu lalu tergenang banjir hingga tanaman yang ditanam rusak parah. Kini petani setempat mengharap agar segera mendapatkan ganti rugi.
Seiring perkembangan pertanian di Bojonegoro terlebih lagi tanaman padi, penggunaan pestisida yang mengandung bahan kimia semakin banyak digunakan oleh para petani. Oleh karenanya Dinas Pertanian bersama dengan TIRTA Tertiary Irrigation Technical Assistance (TIRTA), Rabu (14/2/2018) memberikan sosialisasi tentang surfaktan.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) Republik Indonesia (RI) mencanangkan satu desa satu embung. Hal itu juga dilakukan oleh Pemerintah Bojonegoro, sehingga pada tahun 2017 embung di Bojonegoro mencapai 501 lokasi.