Bersama stakeholder terkait dan ribuan siswa-siswi se Kabupaten Bojonegoro, Bupati Bojonegoro Hj. Anna Mu'awanah mengajak semua pihak berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik. Hal itu dalam rangka apel besar Hari Pramuka. Kegiatan berlangsung di Alun-alun Kota Bojonegoro, Rabu (14/8/2019).
Pada Apel Besar Hari Pramuka dalam rangka Peringatan Hari Pramuka Ke - 58, Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah menandatangani Komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Pramuka dan masyarakat untuk mengurangi sampah plastik di Bojonegoro.
Sebanyak 13.000 peserta mengikuti Apel Besar Hari Pramuka dalam rangka Peringatan Hari Pramuka Ke - 58, dengan mengangkat tema “Siap sedia membangun keutuhan NKRI†di alun-alun kota Bojonegoro, Rabu (14/8/2019) pagi.
Sebagai upaya menekan volume sampah di Bojonegoro, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro menargetkan selama 5 tahun kedepan sudah berdiri 491 Desa di Bojonegoro memiliki bank sampah. Saat ini, bank sampah yang terdata di DLH telah berjumlah 105 bank sampah.
Kabupaten Bojonegoro, tahun 2018 setidaknya memiliki jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa dengan jumlah pasar sebanyak 79 pasar tradisional di seluruh kecamatan yang ada di Bojonegoro. Setiap hari, sampah yang dihasilkan mencapai 243 meter kubik.
Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), jajaran TNI Koramil 21 Sukosewu dan Kodim 0813 Bojonegoro bersama warga melaksanakan karya bhakti bersih-bersih lingkungan, di seputaran Makoramil setempat, Jumat (22/2/2018).
DLH, Polres serta Jajaran Kodim 0813 Bojonegoro dan Masyakat Ikut Pungut Sampah di Bantaran Sungai Bengawan Solo. Sebanyak 250 orang turut serta dalam Kerja Bakti Bersihkan sampah diarea TBS Kota Bojonegoro. Bersih-bersih sampah sebagai wujud Kepedulian menjaga bengawan solo dari Sampah. Sampah yang ditengah bengawan solo juga turut dipungut oleh Kadin DLH, Kapolres serta Perwakilan dari Kodim 0813 Bojonegoro. Usai sampah dipungut, sampah dijadikan satu menggunakan bak sampah kemudian dikumpulkan jadi satu di Truk sampah.
Sekitar 38 siswa Kelompok Bermain (KB) Roudlotus Shibyan Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (8/2/2019), tampak begitu gembira. Mereka kreatif bersama-sama membuat daur ulang sampah.
erbagai cara dilakukan pihak Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Sroyo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, untuk menanamkan karakter pada siawa. Salah satunya mengolah sampah menjadi kerajinan agar bisa turut menjaga lingkungan.
Pondok pesantren (Ponpes) Al-Rosyid, Dander, Bojonegoro sudah tidak lagi dipusingkan persoalan sampah yang menggunung setiap harinya. Jumat (25/01/2019), ditempat itu dilakukan uji coba alat pengelola sampah. Program tersebut dibantu SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan IDFoS Indonesia. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sanitasi dan praktik hidup bersih serta terciptanya pengelolaan sampah domestik yang inovatif. Mengingat timbunan sampah di TPS Kecamatan Dander perhari mencapai 1 m3/hari. Timbulan sampah tersebut lebih kecil dari timbulan yang dihasilkan Ponpes Al-Rosyid dengan jumlah waraga pondok kurang lebih 2000 jiwa yaitu sebanyak 3 m3/hari. Dari tumpukan sampah itu kemudian diolah menjadi minyak.