Skip to main content

Category : Tag: Sar


Pangkas Rantai Distribusi, Disdag Kembangkan Pasar Komoditi

Melihat rantai distribusi antara petani dengan pengepul yang sangat panjang, Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bojonegoro adakan Pasar Komodity pertanian dan industri makanan olahan. Kegiatan yang mempertemukan pemilik dengan pembeli ini, bertujuan untuk membantu memasarkan produk pertanian dan memangkas mata rantai perdagangan.

Harga Bawang Merah Capai Rp35000 per Kilogram

Harga jual bawang merah di tingkat pedagang pasar tradisional Kota Bojonegoro meroket tajam. Jika pada bulan Maret harga sempat turun, kini dalam sepekan terakhir harga bawang kembali naik sampai 70 persen per kilogramnya.

Tidak Sembarang Pemulung Bisa Masuk TPA Banjarsari

Setiap hari ada belasan pemulung di Tempat pembuangan Akhir (TPA) Sampah, Desa Banjarsari Kecamatan Trucuk yang memilah sampah di tempat tersebut. Belasan orang tersebut sudah menjadi anggota pemilah sampah resmi yang diperbolehkan masuk ke TPA tersebut.

TPA Banjarsari Kembangkan Pengolahan Limbah Plastik jadi BBM

Tempat Pembuangan Akhir (TPS) yang berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, selain sebagai tempat wisata edikukasi, kini juga lagi dikembangkan untuk pembuatan produksi yang menghasilkan 3 jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) atau biasa disebut gas metan.

Nikmatnya Beraneka Getuk Campur di Pasar Kota

Hampir setiap hari, sekitar pukul 15.00 WIB, para pedagang di pasar sore Kota Bojonegoro, mulai bersiap-siap untuk berjualan. Hiruk pikuk para pedagang dan lalu lalang para pengguna jalan menjadi pemandangan yang elok setiap sore di pasar tersebut.

Pasar Murah Akan Digelar Selama 18 Hari

Pelaksanaan pasar murah yang akan digelar Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro, guna mengantisipasi adanya lonjakan harga dan stabilisasi harga jelang bulan Ramadan, akan digelar sebelum akhir April ini.

1 Tikus Diganti Rp2.000 di Sarangan

Semangat Buru Tikus, Agar Bisa Panen Padi

Selama beberapa panen belakangan ini, petani di Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro gagal mendapatkan hasil terbaik. Bahkan, selama tiga kali musim tanam, biaya yang dikeluarkan tidak kembali.