Mayat Wanita di Sungai Bengawan Solo di Kanor
Mayat perempuan ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro, turut Desa Cangaan, Kecamatan Kanor, Rabu (20/1/2021).
Mayat perempuan ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro, turut Desa Cangaan, Kecamatan Kanor, Rabu (20/1/2021).
Warung Semok memang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Warung yang berada di Desa Kedungsumber Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro itu menyediakan aneka iwak kali (ikan sungai) sebagai lauk pauk utama, seperti ikan Gloso, Ikan Wader dan Udang.
Karena diguyur hujan deras terus menerus, jalan penghubung antar dusun di Desa Kolong, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro tergerus air sungai. Satu unit rumah terancam longsor, dan hanya tinggal beberapa meter dari bibir tebing.
Sungai Meluap 3 Kecamatan Terendam Banjir
Hujan deras di Bojonegoro membuat sebagian wilayah terendam banjir seperti beberapa desa di Kecamatan Kepohbaru, Kanor dan Kecamatan Sumberrejo. Selain itu juga ada longsor, seperti halnya di Dusun Gampeng Desa Kedungbondo Kecamatan Balen, Kamis (31/12/2020) satu rumah warga terdampak longsor.
Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Bojonegoro saat ini merangkak naik dan menyentuh siaga 1 atau hijau. Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai diimbau waspada luapan sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.
Selain wilayah Kecamatan Kepohbaru dan Kanor yang terdampak banjir dari air luapan sungai yang melintasi wilayah tersebut, beberapa desa yang ada di Wilayah Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro juga terdampak banjir luapan dari sungai rancang.
Akhir tahun 2020 ini warga Kabupaten Bojonegoro harus waspada dengan intensitas curah hujan yang tinggi, selain sewaktu-waktu debit air sungai bengawan solo naik dengan cepat, juga anak sungai yang ada di beberapa wilayah patut diwaspadai karena juga bisa meluap saat tak kuat menampung air.
Intensitas curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan debit air yang ada di sungai meningkat, alhasil air hujan yang turun di pemukiman warga tidak bisa mengalir dan membuat sungai meluap karena debit air terus bertambah.
Setelah dikabarkan hilang diduga tenggelam di Sungai Grogolan pada Jumat (18/12/2020) hingga Sabtu (19/12/2020) pagi belum ditemukan, sekitar pukul 09.00 WIB warga asal Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro, Sumirah (81 tahun) akhirnya berhasil ditemukan.