Petani Bubulan Resah, Tanaman Padi Diserang Potong Leher
Ujian sebagian petani padi di Desa/Kecamatan Bubulan belum usai. Sebab setelah sebagian padi mereka diserang hama 'kresek' kini muncul penyakit baru yaitu 'potong leher'.
Ujian sebagian petani padi di Desa/Kecamatan Bubulan belum usai. Sebab setelah sebagian padi mereka diserang hama 'kresek' kini muncul penyakit baru yaitu 'potong leher'.
KPH Bojonegoro melakukan tanam pohon di hutan wilayah RPH Ngelambangan, Kecamatan Ngasem, Rabu (13/12/2017) pagi. Sebelum menanam dilakukan upacara bersama terlebih dahulu yang dihadiri oleh jajaran KPH Bojonegoro, Mahasiswa Pecinta Alam dari perguruan tinggi di Bojonegoro, dan para tamu undangan.
Nyamuk jadi musuh manusia. Tidak hanya gigitannya yang membuat kulit jadi bentol, gatal, dan kemerahan, nyamuk pun juga bisa menimbulkan beragam penyakit, seperti DBD (demam berdarah dengue) dan malaria.
Pada musim kemarau seperti saat ini, sejumlah petani di wilayah barat Kabupaten Bojonegoro memilih sejumlah tanaman yang tidak banyak membutuhkan air, untuk memanfaatkan lahan pertaniannya agar tidak terbengkalai.
Saat kemarau panjang sebagian lahan persawahan di Kecamatan Bubulan dibiarkan tanpa ditanami apapun (bero).
Selain beralih ke tanaman tembakau, sejumlah petani di Kecamatan kedungadem juga beralih ke tanaman palawija seperti kedelai terutama untuk wilayah Kedunagdem bagian barat seperti Desa Megale.
Musim kemarau dan pasca panen padi kedua, sejumlah petani di Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, memilih menanam kacang hijau atau kedelai.
Di pertengahan Bulan Juli ini, sejumlah petani di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro mulai beralih menanam tembakau, sebelumnya hampir semua petani menanam padi. Hal ini dilakukan agar lahan persawahan tidak kosong saat kemarau dan minim air.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa untuk musim kemarau tahun ini memiliki tipikal musim kemarau basah, yakni dimana potensi curah hujan masih akan terjadi di musim kemarau bulan ini.
Dengan semakin menyusutnya debit air ketika musim kemarau, tentunya menjadi suatu masalah tersendiri bagi petani di Bojonegoro, khususnya para petani yang berada di selatan jalur rel Kerata Api Semarang-Surabaya, atau masyarakat menyebutnya daerah pertengahan, seperti Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, Kepohbaru maupun yang lainnya.