Merebut Pedasnya Rejeki Cabai Lompong
Petani cabai lompong sekarang ini lagi sumringah, karena harganya relatif mahal. Rerata di tingkat petani di kisaran Rp34.000/kilogram.
Petani cabai lompong sekarang ini lagi sumringah, karena harganya relatif mahal. Rerata di tingkat petani di kisaran Rp34.000/kilogram.
Minimnya petani cabai di Kabupaten Bojonegoro membuat pasokan cabai di Kota Ledre terbatas. Beberapa petani cabai sendiri tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Bojonegoro. Hal itu yang menjadi salah satu pemicu mahalnya harga cabai di pasaran.
Awal kemarau sudah mulai dirasakan sebagian masyarakat Bojonegoro, meski bisa dibilang baru menginjak musim kemarau beberapa wilayah sudah mengeluh kesulitan air, terlebih untuk pertanian.
Luas area tanam komoditas bawang merah di Kabupaten Bojonegoro sejak Januari hingga April 2019 tercatat ada 1.215 hektare. Total luas tersebut tersebar di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Tak berlebihan bila menyebut usaha tanaman hias milik Yunus Supriyanto(42) di Jalan Lisman, Bojonegoro ini sebagai yang terbesar dan terlengkap di Kabupaten Bojonegoro. Ratusan jenis tanaman hias dan bibit buah-buahan dapat dibeli darinya.
Pembudidaya tanaman Bonsai bisa dikatakan mulai digemari di Kabupaten Bojonegoro. Tanaman yang populer di Negeri Bunga Sakura ini memang bukan tanaman biasa. Melainkan tanaman dengan sejuta keindahan hasil olah seni manusia.
Beberapa tahun terakhir, budidaya tanaman hidroponik (bertanam dengan media air) mulai banyak diminati di Kota Ledre. Walau tidak mempunyai lahan yang luas penghobi tanam menanam masih bisa membudidaya sayuran beraneka macam sesuai selera. Hal ini dilakukan pula oleh Indhah Sulistyorini, warga Desa/Kecamatan Malo.
Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur.
Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) selalu menjadi tantangan petani dalam berusaha tani. Untuk mengendali hama dan penyakit mayoritas petani mengandalkan pestisida. Idealnya untuk mencegah datangnya hama dan penyakit adalah dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
Sebagian petani di Desa Tejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro memasang jaring di masing-masing lahan pertanian miliknya.