Program NULong LAZISNU Bojonegoro
LAZISNU Bojonegoro Soft Launching Program NULong
Program pemberdayaan berkelanjutan "NULong" yang diinisiasi LAZISNU Bojonegoro resmi di soft launching, Sabtu (30/5/2026) siang.
Program pemberdayaan berkelanjutan "NULong" yang diinisiasi LAZISNU Bojonegoro resmi di soft launching, Sabtu (30/5/2026) siang.
Geliat peningkatan program terus terlihat di kantor PCNU Bojonegoro, termasuk yang dilakukan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Bojonegoro.
Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui penyaluran zakat fitrah dan bingkisan lebaran.
Gebrakan yang dilakukan Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Bojonegoro, dengan melaunching website mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya dari Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Budiono, S.Sos., M.AP. Politisi dari Partai Gerindra yang berangkat dari Dapil XII Bojonegoro-Tuban itu sangat senang dengan gebrakan nyata LAZISNU Bojonegoro.
Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Bojonegoro, melaunching website dan santunan anak yatim, Kamis (12/3/2026) sore.
Langkah strategis dilakukan Pengurus Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Bojonegoro, yakni dengan melaunching website dan santunan anak yatim, Kamis (12/3/2026) sore.
Puluhan ribu jamaah Nahdlatul Ulama (NU) memadati Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026), dalam Mujahadah Kubro puncak peringatan 1 Abad NU. Lautan jamaah berpakaian putih memenuhi tribun hingga lapangan stadion mengikuti doa bersama dan lantunan sholawat meski sempat diguyur gerimis.
Satu hari sebelum keberangkatan ke Mujahadah Kubro dalam rangka 1 Abad NU di GOR Gajayana, Malang, peserta dari seluruh Jawa Timur ada sekitar 77.541 jamaah.
Tayangan program Xpose Uncensored di Trans7 yang dinilai melecehkan pesantren dan tokoh-tokoh yang dimuliakan kalangan Hahdliyin, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan akan menempuh jalur hukum.