Skip to main content

Category : Tag: Afi


Pilkada Bojonegoro 2024

Minta Restu ke Gus Nafik, Bacabup Setyo Wahono Dapat Pesan Ini!

Bakal calon bupati (Bacabup) Bojonegoro, Setyo Wahono melakukan silaturahmi dan meminta restu kepada putra dari pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir Talun, yakni KH. Nafik Sahal atau yang akrab disapa Gus Nafik, Rabu (11/9/2024).

Pleno Verfak, Bapaslon Nurul Azizah - Nafik Sahal Penuhi Ambang Batas Minimal

Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil verifikasi faktual (verfak) ke satu persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro tahun 2024 hari ini digelar di Aula kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bojonegoro, Jl. KH. R. Moh Rosyid No. 93, Rabu (10/7/2024).

Haul ke 32 KH. Moh. Sholeh

Temu Alumni, IKAMI ATTANWIR Hadirkan Pengusaha Muda

Sudah tiga tahun ini, setiap Haul Almaghfurlah KH. Moh. Sholeh dan masyayikh Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir Talun, Sumberrejo, Bojonegoro, alumni akan berkumpul dan berdiskusi.

Haul ke 32 KH. Moh. Sholeh

Puncak Haul ke 32, Dihadiri Gus Muwafiq dan Sayyid Zulfikar

Puncak peringatan Haul ke 32 Almaghfurlah KH. Moh. Sholeh dan masyayikh Pondok Pesantren (Ponpes) Attanwir Talun, Sumberrejo, Bojonegoro, akan spektakuler. Sebab, dua tokoh terkenal hadir di tengah-tengah jamaah.

Pemilu 2024

Selama Hari Pungutan Suara, Koalisi CekFakta.com Periksa 56 Hoaks dan Publikasikan 107 Artikel

Selama hari pencoblosan, Selasa (14/2/2024), gerakan periksa fakta kolaboratif CekFakta.com yang dikelola tiga organisasi pers: Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo), merampungkan proses pemantauan mis/disinformasi, dengan melibatkan lebih dari 100 media lokal dan nasional di seluruh Indonesia.

FGD Mafindo, AMSI dan AJI: Merintis Pengajaran Cek Fakta ke Sekolah dan Kampus

Kalangan masyarakat pendidik, orang tua, jurnalis, pengamat pendidika dan pegiat literasi digital sepakat sekolah dan kampus memberi pengajaran atau literasi materi cek fakta dan literasi media. Alasannya, hoaks, kabar bohong dan fitnah marak beredar di masyarakat. Materi cek fakta itu diyakini sebagai imunisasi bagi siswa dan mahasiswa agar mereka tahu membedakan fakta dan hoaks yang bertebaran melalui gawai dan piranti digital lainnya.