Skip to main content

Category : Tag: Agung


Sedih, Tanaman Jagung di Bakung Dihajar Tikus

Puluhan hektare tanamam jagung di Desa Bakung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, diserang hama tikus. Akibatnya hampir semua petani yang tanam jagung merugi.

#Ngabuburit

Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung

Bulan Ramadan tentu saja hal ini menjadi berkah, khususnya bagi para pemuda Desa Tulungagung, Kecamatan Malo. Melalui karang taruna, pemuda menyelenggarakan kegiatan rutin bazar Ramadan yang diberi nama pasar surup atau pasar senja.

Jalan Desa Sumuragung Terendam Banjir, ini Sebabnya..

Setelah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro secara merata sejak malam, membuat beberapa wilayah terendam banjir. Salah satunya yang terjadi jalan poros utama kecamatan (PUK) Sumberrejo - Kanor, tepatnya di Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, Senin (29/4/2019).

Baru Serap 100 Ton Jagung Petani

Sejak dibukanya penyerapan baru komoditi Jagung pada 2019 ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro baru melakukan penyerapan jagung sebesar 100 ton. Meski begitu serapan jagung tersebut langsung dijual kembali ke perusahaan yang membutuhkan.

Serapan Jagung Bulog Juga untuk Peternak

Penyerapan Jagung Juga Sebagai Pemenuhan Pakan Ternak Ayam Reporter : M Safuan blokBojonegoro.com - Serapan jagung yang mulai dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre Bojonegoro, selain untuk persedian stok, juga diperuntukkan untuk pemenuhan pakan ayam petelur. Oleh karenya, penjualan jagung juga menyasar kepada peternak ayam. Hal itu diugkapkan oleh Waka Bulog Sub Divre Bojonegoro, M Yandra Darajat. Menurutnya penyerapan jagung yang dilakukan oleh Bulog itu guna menjalankan aturan dari Permendag selain penyerapan beras Bulog juga diperkenankan pada tahun ini untuk menyerap Jagung. "Namun dalam penyerapan jagung itu, Bulog menyerap jagung kering yang sudah pipilan dari petani," cakap pria yang disapa Yandra. Sedangkan untuk HPP yang telah ditetapkan yakni sebesar Rp3.150 per kilogram. Meski begitu, HPP yang ditetapkan itu, sebagai upaya pengendalian harga jual jagung. Sebab, saat memasuki masa panen raya, harga jagung di tingkat petani akan turun drastis. Dalam penyerapan jagung di lapangan, Bulog menerapkan 2 skema yakni skema yang pertama membeli jagung ke petani kemudian dijual kembali (By Self) dan sekema yang kedua yaitu membeli jagung kemudian dijadikan stok digudang (By Stock). "Dengan sistem skema itu, Penjualan jagung, juga bakal menyasar ke peternak ayam besar yang diperuntukan untuk pemenuhan pakan ayam," imbuh Yandra. Meski dalam penyerapan jagung ini belum ditargetkan, namun Bulog Sub Divre Bojonegoro, tetap bakal mengoptimalkan penyerapan jagung di 3 wilayah yakni Bojonegoro, Tuban dan Lamongan. Walaupun begitu, prediksinya dalam penyerapan Jagung itu nantinya hanya 2 Kabupaten dirasa penyerapannya bisa maksimal yakni Kabupaten Tuban dan Lamongan. [saf/lis]