Diserang Tikus, Petani Jagung Pasrah
Saat tanaman jagung mulai muncul buahnya, tentu para petani gembira, lantaran jerih payahnya mengolah lahan jagung sebentar lagi bisa dipanen, baik dipetik saat jagung masih muda maupun menunggu jagung tua.
Saat tanaman jagung mulai muncul buahnya, tentu para petani gembira, lantaran jerih payahnya mengolah lahan jagung sebentar lagi bisa dipanen, baik dipetik saat jagung masih muda maupun menunggu jagung tua.
Menjelang akhir bulan Agustus, 2020. Sejumlah harga komoditi holtikultura sejenis jagung pipilan, kedelai import hingga beras rojolele, terpantau stabil.
Idul Adha 1441 Hijriyah, Jum'at (31/7/2020), Masjid Agung Darrusalam Bojonegoro menyembelih sebanyak 20 ekor hewan kurban, diantaranya 10 ekor sapi dan 10 ekor kambing.
Harga komoditi jagung pipilan atau jagung kering mulai turun Rp4.500 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp6.000 per kilogram.
Warga Desa Tulungagung, Kecamatan Baureno, dibuat kaget dengan adanya salah satu orang yang tergeletak di pinggir jalan setempat, Minggu (12/7/2020). Diketahui orang yang tergeletak tersebut bernama Abdul Muntolib yanga merupakan salah satu warga Desa Sukorejo, Kecamatan Kota Bojonegoro.
Petani jagung di wilayah Kecamatan Ngambon terus dihadapkan dengan harga jagug yang kian merosot. Padahal musim panen jagung di wilayah tersebut tinggal hitungan minggu.
Petani jagung yang ada di selatan Bojonegoro sudah sebagian besar mulai memanen tanamannya. Saat ini harga jagung kering di tingkat petani Rp4.000/kilogram (kg) dan harga jagung utuh (grontolan) Rp2.000/kilogram (kg).
Istilah 'Mbangkel' atau angkut hasil panen sudah dikenal di Bojonegoro khususnya di desa-desa pinggir hutan, sejak warga mulai banyak menanam tanaman hortikultura jenis jagung ini.
Musim panen jagung di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Bojonegoro membuat pemilik mesin perontok jagung kebanjiran sewa.