#blokBojonegoroTV
Kemarau Panjang, Warga Ambil Air Hingga Pagi Hari
Kemarau Panjang, Warga Ambil Air Hingga Pagi Hari
Kemarau Panjang, Warga Ambil Air Hingga Pagi Hari
Kebutuhan akan air adalah hal yang paling utama dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari untuk kebutuhan mencuci, mandi hingga memasak untuk makan keluarga di rumah.
Musim kemarau membuat beberapa daerah di Kabupaten Bojonegoro mengalami kekeringan, bahkan fenomena alam yang terjadi setiap tahun di Kota Ledre, belum tertanggulangi secara masif. Sehingga DPD Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro mendistribusikan bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekeringan.
Dari jumlah 66 desa di 18 kecamatan se Kabupaten Bojonegoro yang mengajukan dropping air bersih, desa terbanyak ada di Kecamatan Ngasem. Sekitar 10 desa membutuhkan bantuan air bersih.
Musim kemarau tahun ini, mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengalami kekeringan. Kemarau juga mengakibatkan puluhan desa di Kota Ledre mengalami krisis air bersih.
Musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengakibatkan sejumlah daerah krisis air bersih. Sedikitnya 22 Desa dari 12 kecamatan mengalami kekeringan. Puncak kekeringan diprediksi akan terjadi pada bulan September sampai Oktober 2019.
Kekeringan yang dirasakan sejumlah desa sejak musim kemarau melanda wilayah Kabupaten Bojonegoro, sangat dirasakan warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Oleh karenanya, guna mengatasi kesulitan mendapatkan air bersih tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, menyalurkan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan.
Di Kecamatan Sukosewu, setiap musim kemarau melanda, terdapat empat desa yang tergolong sulit air bersih, yakni Desa Sumberjokidul, Sidorejo, Purwoasri dan Pacing, sehingga perlu droping air bersih.
Dari ratusan desa dan kelurahan di Kabupaten Bojonegoro, ada 72 desa yang sangat membutuhkan air bersih. Sebab, banyak sumur dan sumber yang menjadi gantungan warga tidak mengeluarkan air lagi. Terbesar di Kecamatan Sumberrejo dan Sugihwaras.
Musim kemarau panjang di Kabupaten Bojonegoro begitu berat dijalani oleh masyarakat yang berada di wilayah kering. Baik di timur, barat atau selatan jantung Kota Bojonegoro.