Skip to main content

Category : Tag: Air


Sejumlah Kecamatan Mulai Dilanda Kekeringan

Krisis air bersih di wilayah Bojonegoro diperkirakan semakin meluas. Mengingat musim kemarau tahun ini cukup terik, sehingga menyebabkan sejumlah embung, sungai hingga sumur mulai mengering.

336 Jiwa di Sukosewu Kekurangan Air Bersih

sebanyak 336 jiwa warga yang ada di Desa Sumberejokidul, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro mengalami kekuruangan air bersih, pada kemarau tahun ini, Kamis (23/8/2018).

Hingga Kini, Baru Satu Desa Yang Didroping Air

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro memastikan hingga saat ini baru satu desa yang didroping air bersih. Itu pun hanya satu truk tangki dengan volume 6000 liter.

Diduga Bengawan Solo Tercemar, ini Himbuan Dinkes...

Sungai Bengawan Solo yang biasanya digunakan untuk aktifitas, baik mencuci pakaian maupun mandi oleh masyarakat bantaran, kini sudah tak jernih lagi airnya atau diduga sudah tercemar. Hasil pengujian yang dikeluarkan oleh Laboratorium Lingkungan Perum Jasa Tirta I Mojokerto pada 24 Mei 2018 lalu, menunjukkan kualitas air bengawan solo di Bojonegoro di atas ambang batas ketentuan baku mutu.

Kemarau, Baru Satu Desa Ajukan Droping Air

Meski kemarau sudah melanda Kabupaten Bojonegoro, namun hingga kini baru satu desa yang mengajukan untuk mendapatkan droping air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), yakni Desa Bakulan Kecamatan Temayang.

PDAM Klaim Air Baku Bengawan Solo Layak Konsumsi

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bojonegoro, mengklaim air PAM dari Bengawan Solo produksi Intalasi Pengolah Air (IPA) di Kecamatan Padangan, Purwosari, Kanor dan Trucuk masih layak untuk dikonsumsi masyarakat.

Air Bengawan Tercemar?

Lho...! Hanya Melihat, DLH Belum Uji Lab

Diketahui kemarin Selasa, (31/7/2018), air bengawan yang barada di Taman Bengawan Solo (TBS) terdapat buih atau busa berwarna kecoklatan.

DLH: Hasil Laboratorium, Air Bengawan Solo Tercemar

Menanggapi kotornya air Bengawan Solo oleh busa dan terciumnya bau busuk bahkan hingga berubah warna, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyatakan saat ini air bengawan terpanjang di Pulau Jawa itu tercemar.