Kurun 2 Bulan, 4 Orang Terjangkit Difteri
Penyakit Difteri kembali menyerang warga Bojonegoro. Dalam kurun waktu 2 bulan saja, yaitu bulan Januari dan Februari 2018, sudah ada 4 warga Bojonegoro yang terjangkit penyakit mematikan itu.
Penyakit Difteri kembali menyerang warga Bojonegoro. Dalam kurun waktu 2 bulan saja, yaitu bulan Januari dan Februari 2018, sudah ada 4 warga Bojonegoro yang terjangkit penyakit mematikan itu.
Meski masih belum menyatakan KLB (kejadian luar biasa), tapi Dinas Kesehatan Bojonegoro masih terus melakukan kewaspadaan salah satunya dengan cara mendeteksi kasus difteri baru dan melakukan penyelidikan epidemiologi.
Masa kecil adalah masa dimana sang anak senang-senangnya bermain, dan juga sekolah, namun lain halnya dengan gadis kecil yang bernama Dewi Sintia Sari, yang saat ini harus menanggung sakit akibat kelainan jantung. Sehingga bocah asal Desa Sumbertlaseh RT.03/RW.01 Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro ini harus tergolek lemas di rumahnya.
ahun ini gedung lama RSUD Sosrodoro Djatikoesoemo akan segera difungsikan lagi. Selain menjadi rumah sakit jiwa (RSJ), rencananya juga akan difungsikan sebagai tempat pelatihan tenaga medis.
Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, telah memutus perkara pidana biasa hingga ratusan. Data tersebut termasuk sisa dari perkara pada tahun 2016.
Di Bojonegoro ternyata juga ada wisata untuk masyarakat yang hobi mendaki gunung tipis-tipis, tepatnya di Desa Klino Kecamatan Sekar, warga akrab menyebutnya Gunung Pandan, meski ketinggian gunung tidak setinggi gunung-gunung yang ada di kota/kabupatan lain yang saat pendakian membutuhkan waktu berhari-hari.
Penyakit difteri di tahun 2017 ini belum ditemukan di Kabupaten Bojonegoro, namun pihak Dinkes masih terus melakukan croscheck. Penyakit tersebut rentan menyerang anak-anak usia di bawah 15 tahun. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan imunisasi DPT menjadikan penyakit rentang menyerang.
Penyakit Difteri saat ini menjadi perbincangan nasional termasuk di Kabupaten Bojonegoro. Penyakit difteri tidak bisa dianggap sepele.
Beredarnya informasi bahwa BPJS Kesehatan tak lagi menanggung semua biaya delapan penyakit katastropik seperti jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, sirosis hepatitis, thalassemia, leukimia, dan hemofilia, disikapi BPJS Bojonegoro.
Penyakit jantung memang menjadi salah satu penyebab utama kematian.