Sekitar pukul 22.00 Wib pedagang pasar sore atau pedagang yang mendapatkan shif satu untuk berdagang, mulai bergegas membereskan dagangannya sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Menumbuhkan cinta lingkungan dengan cara merawat tanaman agar tercipta suasana sejuk dan nyaman di Kabupaten Bojonegoro terus dilakukan. Sehingga bupati mengajak siswa dan masyarakat agar menanam dan merawat tanaman untuk menghijaukan kembali alam di lingkungan sekitar.
Ada banyak cara mendidik buah hati termasuk dengan cara yang menyenangkan dan edukatif. Contohnya Agung Ridwan, pemuda asal Ngrowo ini mencetuskan les alam LaSiNaSe yang merupakan singkatan dari belajar asyik, menyenangkan dan seru.
Fahd Djibran adalah nama pena dari Fahid Pahdepie. Dilahirkan di Cianjur, Jawa Barat, pada tahun 1986. Sejak tahun 2004 sudah menulis beberapa buku untuk sejumlah penerbit nasional. Buku ini di tulis oleh Fahid Pahdepie tiga bulan setelah pernikahannya dengan Rizqa Fitriani Abidin ketika usiannya menginjak 24. Menjelang penyelesaian novel ini, istrinya dinyatakan positif hamil. Untuk mengenalnya lebih dekat, berkunjunglah ke blognya http://www.fahdisme.com atau follow twitternya @fahdisme .
Banyak orang sering mengalami jerawat. Intensitasnya beragam, mulai dari jerawat ringan hingga jerawat yang memenuhi wajah. Tak jarang orang yang mengalami jerawat di area yang sama. Meski sudah hilang, beberapa lama kemudian jerawat kembali tumbuh di area tersebut.
Makan larut malam sejak lama diklaim menjadi pemicu obesitas. Namun, riset terbaru membuktikan, makan malam terlalu larut bukan penyebab utama obesitas.
Dari ratusan calon pengantin yang melangsungkan akad nikah malam songo ternyata ada dua calon pengantin yang usianya masih dibawah umur, selain itu ada satu pasang mempelai yang gagal menikah.
Pernikahan malam songo di Kabupaten Bojonegoro turun dari tahun sebelumnya. Meski begitu jumlah penurunan itu hanya beberapa persen. Itu terbukti masih banyaknya masyarakat yang melangsungkan akad nikah malam songo tersebut.
Ada tradisi unik yang dilakukan warga masyarakat Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Kecamatan Bojonegoro bertepatan dengan malam kedua puluh sembilan Ramadan, yakni tradisi menyalakan 'colok'. Tampak di depan rumah setiap warga terdapat sebuah bambu yang ujungnya diberi kain yang disulut api, layaknya obor yang akrab disebut "colok'.
Tradisi melangsungkan akad pernikahan di malam songo alias sembilan dari tahun ke tahun masih diminati sebagian besar orang Jawa, khususnya warga Kabupaten Bojonegoro. Terbukti di masih banyak calon pengantin yang melangsungkan pernikahan pada malam songo tersebut.