Skip to main content

Category : Tag: Amin


Jalan Lurus Kang Samin (15)

Gandul dan Sunan Geseng

Tubuh Kang Sabar menggigil kedinginan. Ia seperti masuk angin. Beberapa kali bersin-bersin dan bahkan disertai muntah. Kepalanya berputar tidak karuan. Kang Samin yang tidak jauh dari dirinya tampak menjadi dua bagian. Kadang terang dan cepat sekali berubah menjadi kabur. Begitu seterusnya.

Jalan Lurus Kang Samin (13)

Antara Petir dan Guntur

Sepeda motor tahun 1970 terparkir di halaman rumah. Warnanya merah dengan beberapa bagian putih kusam. Spion bulan berdiri tegak seperti orang tengah berdoa masih terlihat mulus. Walaupun sepeda tua, ternyata sang pemiliknya rajin mengurus dan merawat dengan baik. Suaranya pun masih jernih dan hanya sedikit mengeluarkan asap. Artinya mesin juga masih tetap prima.

Jalan Lurus Kang Samin (12)

Racun Manusia

Ia termenung sendiri. Tidak mengetahui harus berbuat apa. Dunia seperti berhenti berputar. Semua serba gelap dan susah. Musibah masih saja mengintainya silih berganti. Berat da bertambah berat. Sesekali menggelengkan kepala untuk membuang pening, namun hal itu tidak membantu.

Heru Irianto Resmi Gantikan Agus Amperianto Kelola Field Cepu

Field Manager (FM) PT. Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto resmi digantikan Heru Irianto, sejak 1 Juni 2017. Saat ini, Agus, sapaan akrab pria pemilik bintang Virgo itu, mendapat tugas menjadi FM PT. Pertamina EP Asset 1 Field Ramba, Palembang, Sumatra Selatan.

Jalan Lurus Kang Samin (10)

Bermula dari Salah Sangka

Keringat Kang Samin bercucuran. Tenaganya habis terkuras. Maklum, usianya juga sudah tidak muda lagi dan tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Jam telah menunjukkan pukul 10.00 WIB, namun panas dirasakan sudah seperti pukul 12.00 WIB.

Jalan Lurus Kang Samin (9)

Antara Bumi dan Langit

ahaya matahari mulai tampak dari ufuk timur. Masih remang. Kabut menggelayut putih di tepian Bengawan Solo. Dingin, tetapi tidak seperti bulan sebelumnya yang lebih parah. Sebab, sudah ada hujan yang membuat bumi bertambah hangat. Sementara itu, embun bening berayun di ujung rumput teki yang tumbuh subur di tanah lempung.

Jalan Lurus Kang Samin (8)

Surau Legendaris

Sepi. Padahal jam telah menunjukkan pukul 17.15 WIB. Waktu berbuka kurang 10-an menit. Biasanya, saat pukul 17.00 surau atau musala di tepi bengawan itu selalu telah ramai orang untuk sekadar membincang keagamaan. Terutama soal fiqih-fiqih ringan. Tetapi kenapa sekarang sepi?

Jalan Lurus Kang Samin (3)

Calon Bupati atau Calon Bubar

Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad. Suara tersebut seperti menjadi komando jemaah salat Subuh di masjid bubar. Sebab, setelah itu serentak terdengar ucapan bersama-sama makmum, Allahumma sholli alaih.

Jalan Lurus Kang Samin (1)

Sebulan Bersama Kang Samin

Pagi itu, Kang Samin duduk termenung di tepi Bengawan Solo. Matanya menerawang jauh, melihat bayangan sesosok manusia. Entah laki-laki atau perempuan, ia tidak seberapa mengenali. Maklum, usia Kang Samin sudah menginjak 50 tahunan, atau setengah abad.