Skip to main content

Category : Tag: Ana


Tiga Pilar Penopang Bojonegoro Semakin Matoh

Berdasar pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, secara astronomis Kabupaten Bojonegoro terletak pada posisi 112°25´-112°09´ BT dan 6°59´-7°37´ LS, serta jumlah penduduk sebesar 1.450.889 jiwa. Luas dan banyaknya penduduk ini tidak dapat dipungkiri bahwa Bojonegoro bisa semakin Matoh. Hal ini juga sesuai dengan jargon masa pemerintahan Bupati Suyoto, M.Si yaitu ‘Bojonegoro Matoh’. Bupati Suyoto juga membuat lagu dengan judul ‘Bojonegoro Matoh’. Salah satu lirik yang bisa digarisbawahi adalah Bojonegoro semangat berbenah, Bojonegoro tak henti berkarya, Bojonegoro semua pasti suka, Bojonegoro matoh. Pada lirik ini sangat memotivasi masyarakat untuk selalu membuat inovasi-inovasi yang bisa menjadikan Bojonegoro lebih matoh di-era selanjutnya. Untuk itu pada tulisan kali ini saya menawarkan tiga pilar yang nantinya dapat dijadikan sebagai penopang Kabupaten Bojonegoro agar semakin matoh. Pilar tersebut yaitu:

Penanaman 2000 Mangrove di Sekaran

Menanam Mangrove di Tepi Bengawan, ini Dasarnya

Pemilihan jenis bibit pohon mangrove untuk ditanam di bantaran sungai Bengawan Solo di Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Rabu (19/4/2017) bukan asal atau tanpa dasar.

Refleksi RA. Kartini

Kartini, Kyai Sholeh Darat dan Kitab Tafsir Faidhur-Rohman

Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan yang merujuk pada lahirnya Raden Ajeng Kartini, 21 April 1879. Kartini hidup pada zaman ketika kekuatan budaya masyarakat sangat permisif memandang perempuan. Zaman ketika budaya feodalisme dan patriaki masih dijunjung tinggi di bumi Nusantara. Zaman ketika perempuan harus menanggung “double colonisation” (Kirsten Holst Petersen & Anna Rutherford, Beginning Postcolonialism, 2008). Penjajahan dari bangsa asing dan penjajahan dari bangsa sendiri yakni budaya patriaki.

30 SD Kecamatan Bojonegoro Ikut Jambore Anak Sholeh

Ratusan Siswa Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Kota Bojonegoro turut meramaikan Jambore Anak Sholeh. Acara yang diprakarsai oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI), dilaksanakan Sabtu (15/4/2017) di halaman SDN Banjarjo, Kecamatan Kota, Bojonegoro dengan menggelar beberapa kegiatan.

SMK Migas Bojonegoro

Hadir di SMK Migas, Bunda Anna Mu'awanah Motivasi Siswa

Pagi ini, Sabtu (15/4/2017) suasana berbeda tampak di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro. Tepatnya di lobi sekolah yang akrab disebut SMK Migas Bojonegoro, ratusan siswa beserta guru dan staf berjajar rapi mendengarkan tausiyah dan juga motivasi dari anggota DPR-RI komisi XI, Hj. Anna Mu'awanah.

Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Mengantongi Dompet di Saku Belakang?

Hampir setiap pria memiliki dompet. Banyak di antaranya bahkan memiliki sejak masih SMA. Dan karena kebiasaan, selama bertahun-tahun kita mengantongi dompet kita di saku belakang. Baik saat kita menyupir, naik motor, duduk di kereta, di kantor, dompet itu berada di tempat yang sama.

24 Jam, Layanan Aduan Dibuka Pemkab Bojonegoro

Beragam cara ditempuh untuk memberikan layanan kepada masyarakat khususnya dalam hal keterbukaan dan informasi. Untuk semakin meningkatkan kualitas layanan di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jumat (7/4/2017) siang di Pendopo Malwopati dilakukan launching Reaksi Cepat Pengaduan Rakyat.

Bantu Longsor di Ponorogo, BPBD Berangkatkan Personel

Peristiwa longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, mengakibatkan beberapa rumah tertimbun dan korban masih dilakukan pencarian. Sehingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro memberangkatkan personel untuk membantu pencarian dan evakuasi korban.