Skip to main content

Category : Tag: Arah


Proklamator Republik Indonesia Pernah Singgah di Bojonegoro Semalam ?

Rumah arsitektur Kolonial Hindia - Belanda yang berada di Jalan Panglima Sudirman, Bojonegoro. Rupanya memiliki sejarah apik. Rumah menghadap ke selatan di utara lampu merah itu sekali waktu pada 1957, pernah disinggahi oleh Sang Proklamator, Presiden Soekarno.

Tutur Sesepuh

Tumbuhnya Pohon Gayam yang Rimbun, Menyimpan Asal Usul Desa Belun

Desa Belun, yang terletak di Kecamatan Temayan, Kabupaten Bojonegoro, memiliki kisah menarik tentang asal usulnya. Menurut cerita para sesepuh desa, nama Belun berasal dari bahasa Jawa "Ngrembelun," yang artinya rimbun.

Utusan Raja Demak Babat Alas Desa Duwel

Pasangan suami istri Nyai Qoriyah dan Windu Kuntoro merupakan utusan Raja Demak dimasa Hindu Budha memberikan perintah kepada sepasang pendekar gagah berani untuk membuka pemukiman dikawasan selatan Bojonegoro, saat ini tepat di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Jawa Timur.

Desa Nglumber: Jejak Bersejarah Pasukan Trunojoyo Mengejar Tumenggung Alap-alap

Desa Nglumber, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro merupakan sebuah kawasan yang kaya akan sejarah dan legenda, masih menyimpan jejak erat dengan peristiwa masa lalu yang melibatkan pasukan Trunojoyo yang mengejar Tumenggung Suro Alap-alap. Berdasarkan tutur sesepuh Desa Nglumber, Desa Nglumber menjadi tempat krusial dalam pengejaran Tumenggung Suro.

Sejarah Desa di Bojonegoro

Dulu Banyak Ikan yang Mati, Begini Asal Usul Desa Klepek

Desa Klepek merupakan salah satu dari 14 desa dan letak geografisnya terletak wilayah administrasi Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Desa Klepek adalah desa yang pada awal mulanya hanya terletak ditepian sungai pacal. Menurut cerita para sesepuh desa dijelaskan bahwa nama Desa Klepek diambil dari kata Iwak Ngelepek-ngelepek.

Sejarah Desa di Bojonegoro

Asal Usul Desa Glagahan, Pelarian Prajurit Kerajaan Mataram Sekitar Tahun 1700

Pada zaman dahulu kala setelah Kerajaan Mataram mengalami perpecahan karena adanya sebuah pemberontakan yang yang didukung oleh pihak penjajahan Belanda ( VOC) sekitar tahun 1700 an, seluruh laskar atau prajurit kerajaan Mataram yang masih setia pada Raja Mataram saat itu tidak menghendaki bersekutu dengan penjajahan Belanda ( VOC), melarikan diri mencari perlindungan di setiap pelosok-pelosok kampung.

Cerita Desa Sitiaji, Jadi Gelap saat Ada Belanda

Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur terdiri dari 28 kecamatan, 11 kelurahan, dan 419 desa. Dari ratusan desa itu memiliki nama yang unik, dan masing-masing punya cerita menarik yang sudah turun temurun diceritakan dari generasi ke generasi.