Konon zaman dahulu pedukuhan ini terdapat hutan belantara semasa kerajaan, hingga kemudian datang penjajahan Kolonial Belanda masih ditemukan hutan tersebut, akan tetapi banyak sekali bunga teratai di setiap sudut pedukuhan.
Menjelang Hari Ulang Tahun ( HUT), Tentara Nasional Indonesia ( TNI) yang ke 78 rombongan Kodim 0813 melakukan ziarah makam yang bertempat di Taman Makam Pahlawan ( TMP) Kusuma Bangsa, jalan Bojonegoro, Kecamatan Dander, Desa Ngumpakdalem.
Menurut legenda bahwa nama Bumirejo diambil dari Istilah bahasa Jawa, bahwa Bumi yang berarti sebuah tanah atau tempat tinggal bagi masyarakat, sedangkan Rejo diartikan tempat keramaian, sehingga bisa disimpulkan sejak dahulu kala memang Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro telah digunakan sebagai muara perdagangan atau bisa dikatakan jalur perdagangan.
Dari waktu ke waktu, suatu periodesasi selalu berganti pejabat serta kebijakan, para pemerintah baik itu tingkat pusat, tingkat provinsi, tingkat kabupaten atau kota sampai tingkat desa. Meskipun ada yang lima tahun semisal dari presiden sampai bupati dan walikota, akan tetapi untuk Pemerintahan Desa memiliki masa jabatan satu periode itu selama 6 tahun oleh karena itu setiap desa pasti ganti dari jaman penjajahan hingga kini di masa orde reformasi, begitupula dengan Kepala Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro selalu berganti dari masa ke masa.
Mayoritas desa di dalam Kabupaten Bojonegoro memiliki dukuh yang lebih dari dua dukuh. Salah satunya berada pada Desa Buntalan, yaitu Dukuh Sampang dan Dukuh Buntalan, menurut sumber dari salah satu tokoh yang bergabung pada pemerintahan Bojonegoro Mbah Supangat mengungkapkan bahwa dikarenakan Dukuh Buntalan lebih tua dari pada Dukuh Sampang sehingga dipergunakan sebagai nama desa. Dalam sejarah dukuh berarti rukun warga ( RW), akan tetapi masyarakat tetap menggunakan kata dukuh dalam suatu wilayah desa.
Handoyo Sekretaris Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro menceritakan awal mula nama Desa Bulu menurut cerita nenek moyang atau para sesepuh disini itu karena banyaknya pohon bulu.
Dari hutan belantara dan banyak tumbuh-tumbuhan, akan tetapi di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, didominasi oleh daun suruh/sirih yang mendulang setiap sudut. Daunnya mengelilingi sudut-sudut setiap kampung, bunganya indah sehingga terkesan kalau orang atau warga Lewat bahwa tumbuh-tumbuhan yang tidak ditanam ini menghiasi semua pojok dengan bunganya yang tampak indah.
- Di Desa/Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro terdapat sebuah bangunan sebagai tanda atau tugu yang diberi nama Pelagan Temayang. Tugu tersebut masih terawat dengan baik, arahnya dari Terminal Temayang ke timur.