Warga Bojonegoro Diminta Waspada Angin Kencang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro meminta masyarakat mewaspadai angin kencang yang diperkirakan terjadi hingga beberapa hari kedepan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro meminta masyarakat mewaspadai angin kencang yang diperkirakan terjadi hingga beberapa hari kedepan.
Suami istri di Desa Jatigede, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro terlibat cekcok. Sepasang suami istri itu adalah Masjud dan Nur Indayani. Keduanya sudah pisah ranjang namun cekcok soal hak asuh anak. Kasus ini hingga tercium oleh aparat kepolisian.
Secara umum, jika mendengar kata tempat pembuangan sampah, biasanya yang terbayang tempat yang menjijikan, bau tak sedap dan tak ingin berlama-lama di tempat itu. Namun, kondisi berbeda dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro.
Nasib nahas dialami Paidi (42), warga Desa Sumengko RT.09/RW.02 Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya penambang pasir tersebut tewas dilokasi kejadian saat bekerja menggali pasir di Dusun Sawen Desa Sumengko RT 08 RE 02 Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.
Angin puting beliung melanda beberapa desa di Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro siang tadi, Selasa (7/2/2017), mengakibatkan tiga rumah roboh dan menyebabkan listrik padam.
Guru Sekolah Dasar (SD) se-Bojonegoro mengikuti pelatihan pembuatan karya tulis ilmiah dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis Teknologi Informasi yang dilaksanakan di Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro, pada Senin (6/2/2017).
Kebanyakan petani di Kabupaten Bojonegoro masih minim pengetahuan tentang cara bercocok tanam. Seperti halnya yang disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Suko Wahyu Widarto di Desa Sarangan Kecamatan Kanor, Selasa (7/2/2017).
- Setelah putusnya jalan di Desa Pilanggede Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro, pengerjaan proyek pintu air di daerah setempat harus terhenti. Sehingga pelaksana proyek juga harus bertanggung jawab terkait putusnya jalan tersebut.
Gesang Martopawito memberikan kesaksian betapa indah sungai Bengawan Solo di masa lalu. Kesaksian itu diungkapkan lewat lagu yang diciptakannya pada musim kemarau panjang tahun 1940. Saat itu dia berada di tepian Bengawan Solo dan melihat anak-anak desa main sepakbola di hamparan pasir tengah bengawan.
Langganan banjir bahkan longsor selalu mengancam sebagian warga Desa Kadungrejo Kecamatan Baureno, pasalnya ada beberapa rumah warga berada tepat di tepi Bengawan Solo sepanjang 150 meter yang sampai hari ini kondisinya semakin memprihatinkan.