Berita Foto
Berjubel di Pintu Utama Ponpes Attanwir
Tampak, warga sekitar pukul 13.30 WIB berjubel di pintu utama masuk, dan diarahkan ke beberapa pintu lain agar tidak menumpuk.
Tampak, warga sekitar pukul 13.30 WIB berjubel di pintu utama masuk, dan diarahkan ke beberapa pintu lain agar tidak menumpuk.
Puncak Haul ke 33 Almaghfurlah KH. Moh. Sholeh dan Masyayikh Ponpes Attanwir Talun, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, begitu meriah. Puluhan ribu jemaah hadir berburu barokah, Jum'at (13/6/2025) siang.
Sejak pukul 07.30 WIB, alumni dari berbagai angkatan, mulai tahun 1976 sampai 2025 yang baru lulus berkumpul semuanya di lokasi acara. Daya tarik kali ini adalah ijazah kubro kitab karangan pendiri Ponpes Attanwir, Romo Yai Sholeh.
Berbagai cara dilakukan Ikatan Keluarga Ma'had Islami (IKAMI) ATTANWIR untuk ikut serta mensukseskan rangkaian Haul ke 33 Almaghfurlah KH. Moh. Sholeh dan Masyayikh Ponpes Attanwir.
Sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro secara resmi meluncurkan program unggulan bertajuk Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI). Program ini merupakan inovasi strategis berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat secara mandiri, inklusif, dan berorientasi jangka panjang.
Bau tembakau dari pabrik pengolahan tembakau PT Sata Tec Indonesia yang berada di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro kembali menyengat. Bau menyengat itu, dikeluhkan puluhan pelajar yang berada di kawasan tersebut.
Musim panen raya yang seharusnya membawa senyum bagi para petani di Kabupaten Bojonegoro, justru berubah menjadi kekhawatiran. Pasalnya, harga gabah kering yang biasanya menjadi tumpuan hidup ribuan petani, kini merosot tajam hingga hanya menyentuh angka Rp5.100 hingga Rp5.300 per kilogram.
Perum Bulog Cabang Bojonegoro, Jawa Timur, mengumumkan capaian positif dalam program serapan gabah kering hasil panen petani di wilayah Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Hingga 8 April 2025, total gabah yang terserap mencapai 21.800 ton, melampaui target sebesar 21.500 ton atau sekitar 102 persen.
Menanggapi keluhan masyarakat, khususnya para petani terkait penjualan gabah pascapanen, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan pentingnya optimalisasi penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Menjelang puasa ramadhan tahun 2025, harga beberapa bahan pokok di Kabupaten Bojonegoro terpantau stabil. Namun, harga cabai rawit justru melambung tinggi dibanding harga-harga bahan pokok lainnya.